Tentang Lampu Fasad GBK yang Tak Cuma Merah Putih

Malam hari, warga Jakarta yang melintas di kawasan Senayan, pasti pernah melihat gemerlap dari kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Indah? Tentu saja. Pasalnya, lampu-lampu yang menampilkan warna dominan merah dan putih itu mampu memikat mata dan menjadi atraksi di bawah langit gelita.
Gemerlap itu mulai muncul setelah renovasi Stadion GBK untuk Asian Games 2018, rampung. Pengelola sengaja menyalakannya karena masih dalam rangka uji coba.
Setelah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Minggu (14/1/2018) atau bertepatan dengan laga Tim Nasional (Timnas) Indonesia vs Islandia, pihak Pusat Pengelola Komplek (PPK) unit GBK nantinya akan menentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengaturan aktivasi lampu fasad.
Kepada kumparan (kumparan.com), Kepala Unit SUGBK, Mulyani, mengatakan bahwa pihaknya masih mematangkan jadwal pengoperasian lampu berwarna-warni yang mempercantik wujud stadion kebanggaan Tanah Air itu.
"Rencananya kami hanya buat aturan soal jam berapa lampu fasad dinyalakan. Nanti pembagiannya adalah hari kerja jam berapa saja dan hari libur jam berapa, itu akan berbeda," ucap Mulyani, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/1/2018).
Selain akan mengatur kapan lampu dinyalakan, Mulyani pun menambahkan, pengelola unit SUGBK akan terbuka dengan segala kemungkinan penentuan warna lampu fasad. Jika saat ini pihak stadion hanya menampilkan warna merah putih, berikutnya penyelenggara event alias penyewa GBK bisa memilih warna apa pun sesuai kebutuhan.
"Semua warna bisa, tetapi saat ini belum ada ketentuannya warna tertentu untuk event apa. Itu perlu dikoordinasikan dengan penyelenggara," kata Mulyani.
Adapun, terkait perawatan bagian lain, ia menjelaskan bahwa pengelola selalu mengontrol setiap hari. Untuk rumput, Stadion GBK memiliki penyiram otomatis yang dinyalakan pagi dan sore hari.
"Lalu, untuk perawatan tribune dilakukan secara berkala, jadi setiap hari dijadwalkan sektor mana yang dibersihkan. Ruang ganti pemain pun setiap hari dibersihkan. Untuk desain ruang ganti dan sebagainya itu dari arsitek, yang pasti sesuai dengan standar internasional dari FIFA. Saya sendiri kurang tahu ceritanya, yang jelas arsitek sudah survei stadion-stadion di dunia," imbuh Mulyani.

Terakhir, ia pun mengimbau kepada seluruh pengunjung, khususnya suporter sepak bola, agar selalu menaati peraturan yang ada, demi ketertiban dan kenyamanan di stadion bersejarah tersebut.
"Kepada seluruh masyarakat, apabila datang ke GBK, mari bersama-sama menjaga stadion utama kebanggaan Indonesia. Jangan merusak, masuklah sesuai aturan memakai turnstile buatan Jerman dan yang tidak punya tiket tidak akan bisa masuk," imbau Mulyani.
"Dimohon juga baik kepada pengunjung maupun penonton untuk menjaga GBK agar tetap indah karena direnovasi dari uang rakyat, dipergunakan untuk kita," tutup dia.
