Tentang Perubahan-perubahan di Liga Champions Musim Depan

Serupa tapi tak sama. Kira-kira begitulah gambaran Liga Champions dan Liga Europa musim depan. Sepintas, bagaimana dua kompetisi itu dijalankan akan terlihat sama, tetapi sebenarnya bakal ada perubahan komposisi peserta yang cukup signifikan.
Pada Selasa (27/2/2018), Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengumumkan dua perubahan utama yang akan terjadi di Liga Champions dan Liga Europa mulai musim 2018/19. Yakni, perubahan jumlah tim yang lolos otomatis ke fase grup dan perubahan jadwal sepak mula.
Sampai musim 2017/18 ini ada 22 tim yang berhak untuk lolos langsung ke fase grup. Musim depan, jumlahnya ditambah menjadi 26 yang terdiri dari empat tim teratas dari empat liga teratas (Spanyol, Jerman, Inggris, dan Italia), dua tim teratas dari liga urutan lima dan enam (Prancis dan Rusia), juara dari liga urutan tujuh sampai sepuluh (Portugal, Ukraina, Belgia, dan Turki), juara bertahan, serta juara Liga Europa.
Nah, apabila nantinya ada juara bertahan yang sudah lolos lewat jalur liga, maka tempat kosong itu akan diisi oleh juara dari kompetisi urutan ke-11, Liga Republik Ceko. Kemudian, apabila ada juara Liga Europa yang lolos via jalur liga domestik, maka spot lowong itu akan diserahkan untuk tim peringkat tiga Liga Prancis.
Adapun, masing-masing asosiasi (liga) hanya boleh menempatkan maksimum lima wakil di fase grup. Apabila ada dua tim non-empat besar dari salah satu dari empat liga teratas yang menjadi juara Liga Champions dan Liga Europa, maka tim peringkat empat liga tersebut akan dimasukkan ke Liga Europa.
Dengan kelolosan otomatis 26 tim ini, artinya hanya ada 6 tim yang bakal berjuang lewat jalur kualifikasi. Kualifikasi ini pun dibagi dua, yakni jalur juara dan jalur liga.
Jalur juara untuk kualifikasi itu ditujukan bagi tim-tim juara dari liga yang peringkat koefisiennya 11 ke bawah. Nantinya, empat juara dari liga dengan koefisien terbawah akan bertarung dulu di babak penyisihan pra-kualifikasi. Juara dari babak penyisihan ini akan bergabung dengan 33 tim lain untuk memulai kualifikasi dari babak pertama.
Sementara itu, mereka yang lolos via jalur liga berasal dari tim-tim urutan tiga Liga Prancis dan Rusia serta para runner-up dari liga yang ada di peringkat koefisiennya ada di angka 7 s/d 15 (Liga Portugal s/d Liga Yunani). Mereka yang bertarung lewat jalur ini bakal memulai kualifikasi dari babak kedua.

Lalu, bagaimana dengan Liga Europa?
Mulai musim 2018/19 nanti akan ada 27 tim yang lolos langsung ke fase grup. Ke-27 tim ini dibagi menjadi 17 tim yang lolos via jalur liga domestik dan 10 tim yang 'lolos' setelah gugur di kualifikasi babak ketiga serta playoff Liga Champions. Sementara, sisa jatah yang tersedia akan diperebutkan via kualifikasi.
Adapun, 17 tim yang lolos via jalur liga domestik ini akan terdiri atas dua tim dari liga urutan 1 s/d 5 (Spanyol, Jerman, Inggris, Italia, Prancis) serta satu tim dari liga urutan 6 s/d 12 (Rusia, Portugal, Ukraina, Belgia, Turki, Rep. Ceko, dan Swiss). Dengan demikian, tidak akan ada kualifikasi untuk tim-tim dari liga urutan teratas.
Itu baru perubahan pertama. Perubahan kedua adalah soal jadwal sepak mula di Liga Champions. Sepak mula Liga Champions yang biasanya dilakukan pukul 01:45 atau 02:45 WIB (tergantung adanya Daylight Saving Time) akan dihapuskan. Sebagai gantinya, akan dua termin sepak mula seperti halnya Liga Europa, yaitu pukul 00:00 (atau 01:00 WIB) dan 02:00 (atau 03:00 WIB). Waktu sepak mula seperti ini akan diselenggarakan sampai musim 2020/21.
