Terkuak! Bambang Pamungkas Ungkap Sebab Timnas Indonesia Susah Juara
·waktu baca 1 menit

Bambang Pamungkas (Bepe) adalah salah satu striker terbaik sepanjang sejarah Timnas Indonesia. Namun sayang, bomber yang menyumbang 38 gol untuk 'Skuad Garuda' senior tak pernah merasakan gelar juara kompetisi bergengsi di level internasional.
Prestasi Timnas Indonesia di era Bepe masih bermain hanya sampai sebatas 'nyaris' juara. Ya, legenda Persija itu merasakan tiga kali menjadi runner up Piala AFF (atau yang dulu bernama Piala Tiger) pada 2000, 2002, dan 2010.
Kenapa Timnas Indonesia susah sekali menjadi juara, bahkan untuk di level Asia Tenggara sekalipun? Bambang Pamungkas mengeluarkan opini soal itu dalam video di kanal YouTube Vincent and Desta yang tayang pada Senin (25/5).
"Kita masih selalu berpikir instan tentang hasil. Maksud gua, itu harus kita ubah karena bangsa kita adalah bangsa instan dan itu menurut gua salah. Karena gini, let's say kita punya pelatih bagus untuk tim nasional, progresnya bagus tapi karena enggak juara, terus dia diganti," jelas Bepe.
"Lu bisa bayangin, gua di tim nasional 13 tahun dan punya 11 pelatih, jadi rata-rata 1 tahun 2 bulan itu pelatih ganti. Gini, Singapura itu pelatihnya Radojko Avramovic itu megang timnas 7 tahun (red--9 tahun) dan bisa mendapatkan 3 gelar Piala Tiger (Piala AFF), nah harusnya kita bisa seperti itu," lanjutnya.
Sebagai informasi, Radojko Avramovic adalah pelatih asal Serbia yang membesut Timnas Singapura selama 2003–2012. Ia mempersembahkan trofi Piala AFF pada tahun 2004, 2007, dan 2012.
Jadi intinya, Bambang Pamungkas ingin PSSI tak dengan mudah memecat pelatih jika tak mampu memberi hasil memuaskan secara instan. Baginya, melihat progres itu perlu dijadikan patokan.
"Kita kontrak [pelatih] jangka panjang, lihat progresnya. Setelah itu, kita tentukan dia berhasil atau tidak. Kalau [habis] satu event terus ganti [pelatih], yang kasihan bukan cuma pelatih, tetapi pemainnya juga. Itulah kenapa progres kita tersendat," tegas sosok yang identik dengan nomor 20 itu.
***
