Kumparan Logo
Odion Ighalo
Odion Ighalo saat berkostum Manchester United.

Tiga Alasan Kenapa Manchester United Wajib Patenkan Odion Ighalo

kumparanBOLAverified-green

comment
174
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Odion Ighalo saat berkostum Manchester United. Foto: Getty Images/Clive Brunskill
zoom-in-whitePerbesar
Odion Ighalo saat berkostum Manchester United. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

Bak mengambil kucing dalam karung, demikian cibiran yang membanjiri Manchester United usai mendatangkan Odion Ighalo. Bayangkan saja, di saat kehilangan striker elite macam Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, United malah menggaet striker asal Nigeria tersebut.

Usianya Ighalo sudah mencapai 30 tahun. Dia juga jauh dari label striker papan atas. Wong United saja meminjamnya dari klub China, Shanghai Shenhua. Pengalamannya mentas di Premier League hanya dengan tim sekelas Watford.

Setelah dua bulan bersama, United dikabarkan bakal mempermanenkan jasa Ighalo meski di satu sisi, Shanghai Shenhua juga bersikeras untuk menahannya.

Klub yang diperkuat Stephan El Shaarawy itu bahkan berencana menaikkan gajinya hingga 400 ribu poundsterling per pekan. Jumlah itu dua kali lipat dari upah yang diterimanya di United. Sulit dibayangkan, sih, kalau United beradu dengan Shanghai Shenhua hanya untuk mendapatkan Ighalo.

Di satu sisi, United punya banyak alasan kuat mengapa mereka kudu mematenkan Ighalo, yakni faktor kebutuhan, ekonomis, dan efektif.

Juan Mata memeluk Odion Ighalo usai mencetak gol ke gawang Derby County. Foto: Reuters/Carl Recin

Sesuai Kebutuhan

Betul bahwa Odion Ighalo bukanlah target-man fluid macam Harry Kane dan Lukaku. Dia tak cukup intens untuk menjemput bola lebih dalam atau bermain di flank. Namun, ya, karakter semacam ini yang memang dibutuhkan United.

Postur yang kekar plus kemampuan fisik yang oke bisa dimaksimalkan sebagai reflektor di sepertiga area lawan. Lihat saja kontribusinya pada Derbi Manchester pada awal bulan. Dia sukses menahan bola dan membantu Scott McTominay menjebol gawang Manchester City.

Penyerang Manchester United, Odion Ighalo, merayakan gol ke gawang Derby County. Foto: Reuters/Carl Recine

Karakteristik semacam ini akan memperkaya alternatif serangan Ole Gunnar Solskjaer. Singkatnya, sih, Ighalo adalah alat komplementer bagi tiga penyerang United lainnya: Anthony Martial, Marcus Rashford, serta Mason Greenwood.

Harga Ekonomis

Masih ingat bagaimana United mendatangkan pemain mewah macam Angel Di Maria, Memphis Depay, dan Alexis Sanchez? Semuanya zonk.

Pembelian Romelu Lukaku seharga 75 juta poundsterling juga tak bisa dibilang sukses. Pencapaian terbaiknya di Manchester United hanya menyentuh 16 gol, yakni pada Premier League 2017/18. Itu bahkan lebih sedikit dari jumlah lesakannya bersama West Bromwich Albion pada enam musim sebelumnya.

Dari situlah mengapa United kudu cermat dalam berbelanja pemain. Bukannya untung, malah buntung.

Lukaku kecewa berat United kalah. Foto: Reuters/David Klein

Nah, Ighalo adalah proyek ekonomis buat United. Menurut Daily Mail banderol Ighalo ada di kisaran 15 juta poundsterling atau cuma seperlima dari harga Lukaku.

Tak hanya poryek low risk, tetapi juga low expectation. Karena, ya, Ighalo datang dengan ekspektasi yang tak besar. Jadi kalaupun gagal, para penggemar United tak akan kecewa-kecewa amat.

Efektif

Dua aspek di atas bakalan mubazir kalau performa Ighalo buruk. Faktanya, eks pemain Udinese itu tampil cemerlang bersama United. Kesampingkan dulu Premier League karena Solskjaer belum menurunkan Ighalo sebagai starter di sana.

Di Liga Europa, Ighalo bahkan sudah menampilkan impresi awal yang mengesankan saat debut sebagai starter. Dia mencetak satu gol saat 'Iblis Merah' melibas Club Brugge 3-0 di Liga Europa.

Odion Ighalo saat berkostum Manchester United. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

Giliran Derby County yang jadi objek Odion Ighalo selanjutnya. Dia mengukir brace dan membawa United melangkah ke perempat final Piala FA. Aksinya teraktual, ya, saat Bruno Fernandes cs. membungkam LASK. Ighalo menyumbang masing-masing-masing satu gol dan assist ke gawang klub asal Austria itu.

Total 4 gol dan 1 assist dibuatnya selama 288 menit pada pentas Liga Europa dan Piala FA. Ini fantastis karena Ighalo cuma butuh 57,6 menit untuk mencetak gol/assist di tiap pertandingan.

===

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi uang tunai Rp50.000.000. Buruan daftar di sini.

collection embed figure