Kumparan Logo

Timur Kapadze: Bawa Uzbekistan ke Piala Dunia, Turun Jadi Asisten, lalu Mundur

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze. Foto: Fadel Senna/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze. Foto: Fadel Senna/AFP

Timur Kapadze memiliki perjalanan karier kepelatihan yang terbilang menarik. Usai berhasil membawa Timnas Uzbekistan lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah, posisinya justru kemudian digantikan Fabio Cannavaro. Sempat diberi posisi asisten pelatih, ia justru kini memilih mundur.

Dalam kariernya, Kapadze pernah melatih Timnas Uzbekistan senior dan U-23 dalam beberapa periode. Teranyar, ia mulai kembali lagi melatih Timnas Uzbekistan senior pada Januari 2025 usai federasi menyudahi kerja sama dengan pelatih asal Slovenia, Srecko Katanec.

Lebih tepatnya, Katanec mundur usai memiliki masalah kesehatan. Ia bahkan memutuskan pensiun sebagai pelatih sepak bola.

Sejak saat itu, Timnas Uzbekistan menjadi tim yang amat tangguh. Selama Januari hingga Oktober, The Turanians tidak terkalahkan dengan catatan 5 kemenangan dan 3 hasil imbang. Ini adalah gabungan hasil dari Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia zona Asia dan CAFA Nations Cup (kejuaraan negara Asia Tengah).

Pelatih Timnas U-23 Uzbekistan, Timur Kapadze. Foto: Dok Instagram @uzbekistanfa

Akhirnya, lolos ke Piala Dunia 2026 via Ronde 3. Ini menjadi kali pertama dalam sejarah negara itu. Ia juga membawa Uzbekistan juara CAFA Nations Cup 2025.

Menjelang Piala Dunia 2026, posisinya digeser oleh Fabio Cannavaro dan menjadi asisten pelatih. Namun akhirnya, ia kini telah mundur dan terbuka dengan segala tawaran, termasuk melatih Timnas Indonesia.

Awalnya, Kapadze sebenarnya tak masalah diturunkan menjadi asisten pelatih. Lalu lambat laun, ia merasakan ketidaknyamanan dan akhirnya mundur.

"Pada dasarnya, saya sendiri seorang pelatih kepala dan saya ingin bekerja secara independen karena saya punya visi, ide, dan pandangan sendiri. Oleh karena itu, saya telah memilih jalur di mana saya bisa memimpin tim dan mencapai tujuan baru bersama mereka. Saya rasa seharusnya tidak ada masalah dengan hal itu," terangnya dikutip dari Gazeta.uz.

"Saat ini belum ada tawaran dari Timnas Kazakhstan. Mengenai Indonesia, proses ini sedang dipertimbangkan di sana. Kerja sama juga sedang berlangsung dengan Turki dan China. Apakah semua ini akan terwujud atau tidak, waktu yang akan menjawabnya," lanjutnya.