Tren Negatif Takkan Buat Tottenham Datang ke Markas Leipzig sebagai Pecundang

Dele Alli menegaskan bahwa Tottenham Hotspur belum melempar handuk meski gagal merengkuh satu kemenangan pun dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.
Kekalahan 0-1 dari RB Leipzig di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/20 adalah pembuka catatan suram tersebut. Setelahnya, Tottenham kalah di dua pertandingan Premier League secara beruntun. Tumbang 1-2 dihajar Chelsea, Tottenham mengecap kekalahan 2-3 di laga melawan Wolves.
Di babak kelima Piala FA, giliran Norwich City yang mengalahkan mereka lewat babak adu penalti. Kembali mentas di Premier League, Tottenham cuma bisa bermain imbang 1-1 melawan Burnley.
Apes, rangkaian hasil buruk itu mesti dibawa Tottenham ke markas Leipzig dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3). Akan tetapi, Alli percaya bahwa Tottenham tidak akan datang ke markas lawan dengan mental kerdil.
"Di titik ini kami harus bekerja keras di setiap laga. Kami harus berjuang sebagai tim dan percaya bahwa kami bisa keluar dari situasi ini. Kami sudah menunjukkan karakter tim yang sebenarnya selama bertahun-tahun," jelas Alli, dikutip dari laman resmi Tottenham.
Semua orang rasanya sepakat bahwa Tottenham datang ke markas Leipzig dengan membawa misi berat. Ini tidak hanya bicara soal performa Tottenham, tetapi juga Leipzig. Performa mereka stabil karena tak terkalahkan dalam enam pertandingan di lintas ajang.
Tantangan terasa tambah berat karena markas Leipzig, Red Bull Arena, juga terkenal angker. Lyon menjadi tim terakhir yang merengkuh kemenangan di sana. Itu pun sudah cukup lama, tepatnya pada 3 Oktober 2019.
Meski demikian, bukan berarti segala sesuatunya langsung berubah jadi muram bagi Tottenham. Tidak perlu melihat terlalu jauh. Pada musim lalu, Tottenham membuktikannya dengan merengkuh tiket final Liga Champions.
Kekalahan kandang 0-1 dari Ajax di leg pertama semifinal tidak menjadi satu-satunya cerita horor bagi Tottenham saat itu. Di leg kedua pun, mereka sempat tertinggal 0-2.
Entah team-talk seperti apa yang dibuat Mauricio Pochettino saat turun minum. Yang jelas Tottenham bangkit di babak kedua.
Lucas Moura membukukan hattrick yang memastikan laga tuntas dengan kemenangan 3-2 untuk Tottenham. The Lilywhites menjejak ke final Liga Champions pertama mereka berbekal keunggulan gol tandang.
Cerita itu memang sudah berlalu. Namun, Alli percaya bahwa kesempatan Tottenham untuk mengulang kisah serupa, bahkan dalam versi yang lebih baik, tetap terbuka. Terlebih, mereka kini ditangani oleh Jose Mourinho yang lebih berpengalaman di Liga Champions.
"Kami memang sedang ada di periode sulit, tetapi saya percaya kami bisa bangkit. Semua orang berjuang, semua orang di tim ini bekerja keras karena talenta saja tidak cukup," tegas Alli.
*** Leg kedua semifinal Liga Champions 2019/20 antara RB Leipzig dan Tottenham Hotspur akan digelar pada Rabu (11/3/2020) di Red Bull Arena. Sepak mula berlangsung pada 03.00 WIB.
