kumparan
11 Maret 2019 15:22

UEFA: Football Leaks Jadi Dasar Investigasi terhadap Manchester City

Manchester City
Bendera Manchester City di final Piala Liga. Foto: Reuters/Carl Recine
Thomas Giordano, Kepala Media dan Humas UEFA, menyatakan bahwa investigasi yang dilakukan UEFA terhadap Manchester City didasarkan pada bocoran dokumen di Football Leaks. Bocoran dokumen yang kebanyakan mengungkap skandal finansial sepak bola Eropa itu sendiri kemudian disebarluaskan oleh majalah Jerman, Der Spiegel.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dari bocoran dokumen di Football Leaks muncul dugaan bahwa City telah melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap Financial Fair Play. Pelanggaran-pelanggaran tersebut, seperti yang telah dijabarkan kumparanBOLA, salah satunya menyangkut bagaimana City mengakali FFP dengan melakukan kongkalikong bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.
Thomas Giordano, Kepala Media dan Humas UEFA
Thomas Giordano, Kepala Media dan Humas UEFA. Foto: Ganesha Arif/kumparan
Dari Football Leaks, diketahui juga bagaimana Manchester City memanipulasi transfer Jadon Sancho. Di tahun 2015 lalu, City mendatangkan Sancho dari akademi Watford ketika sang pemain berusia 14 tahun. Ini menjadi masalah karena City turut membayar seorang pria bernama Emeka Obasi, yang terungkap merupakan agen Sancho. Transfer Sancho sendiri jadi subjek investigasi FA karena pemain di bawah usia 16 tahun tak boleh direpresentasikan oleh agen.
ADVERTISEMENT
Investigasi UEFA kepada City sendiri difokuskan pada pelanggaran FFP tadi. Jika terbukti bersalah, City bisa dihukum larangan bermain di Liga Champion selama satu musim.
"Pekan lalu kami telah membuka investigasi. Kebanyakan dari investigasi ini berdasarkan temuan dari beberapa media, yang dikenal sebagai Football Leaks," ujar Giordano kepada kumparanBOLA di acara UEFA Champions League Tour yang bertempat di Beer Hall, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).
Giordano menyatakan bahwa badan investigasi saat ini sudah bekerja dan akan segera menyampaikan laporan apabila bukti telah ditemukan. Namun, Giordano enggan berspekulasi tentang apa yang akan terjadi pada City.
"Badan investigasi yang telah kami bentuk sudah mulai melakukan tugas mereka. Tentu saja, mereka membutuhkan waktu untuk melakukan kerja mereka. Namun, ketika mereka sudah menemukan sesuatu, mereka akan segera melaporkan apa yang terjadi dan mengambil keputusan. Saya sendiri tidak bisa menduga apa yang akan terjadi nanti," jelas Giordano.
ADVERTISEMENT
Selain oleh UEFA dan FA, Manchester City saat ini menghadapi invetigasi dari dua badan lain, yaitu FIFA dan Premier League. FIFA menyelidiki kemungkinan terjadinya transfer ilegal untuk pemain di bawah usia 18 tahun. Sementara, Premier League melakukan investigasi karena adanya dugaan pelanggaran finansial dan rekrutmen pemain via pihak ketiga oleh The Citizens.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan