Kumparan Logo

UEFA Khawatirkan Dominasi Belanja Premier League Rusak Pasar Transfer

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo UEFA. Foto: Reuters/Denis Balibouse
zoom-in-whitePerbesar
Logo UEFA. Foto: Reuters/Denis Balibouse

UEFA mengkhawatirkan dampak buruk dari dominasi belanja klub-klub Premier League Inggris terhadap ekosistem transfer market secara global. Otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut merilis laporan lanskap kompetisi dan talenta klub Eropa terbaru yang menyoroti ketimpangan finansial yang semakin melebar. UEFA menilai bahwa jurang pemisah antara klub Inggris dan liga-liga besar Eropa lainnya kini telah melahirkan sistem dua kecepatan yang sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan finansial jangka panjang industri sepak bola.

Ketimpangan Daya Beli dan Sistem Dua Kecepatan

Laporan finansial UEFA mengungkapkan bahwa total belanja klub-klub Premier League yang mencapai estimasi 4,6 miliar euro jauh melampaui gabungan pengeluaran delapan negara Eropa terbesar berikutnya. Dominasi belanja ini memperlihatkan kekuatan finansial klub Inggris yang sangat superior dibandingkan dengan para pesaingnya di daratan Eropa.

Direktur Eksekutif Keuangan UEFA, Andrea Traverso, menyatakan keprihatinannya secara mendalam atas tren ketimpangan ini. Dalam laporan resmi tersebut, Traverso menuliskan, “Nilai transfer terus meningkat tajam, khususnya di pasar Inggris, sehingga meningkatkan tekanan di masa depan terhadap laporan keuangan klub.” Ia juga menambahkan bahwa perkembangan ini menunjukkan adanya konsentrasi talenta yang semakin pekat dan polarisasi pasar yang melahirkan two-speed system yang sangat nyata.

Statistik menunjukkan bahwa klub-klub Inggris terlibat dalam lebih dari 60 persen kesepakatan transfer global. Mereka membayar rata-rata sekitar 24 juta euro per pemain baru yang masuk, angka yang sangat kontras jika dibandingkan dengan rata-rata belanja klub di liga besar Eropa lainnya yang hanya berkisar antara 4 juta hingga 5 juta euro saja.

Tekanan Finansial dan Perputaran Uang Domestik

UEFA memaparkan bahwa pengeluaran transfer dari 20 klub Premier League tahun ini setara dengan 56 persen dari total pendapatan tahunan mereka. Persentase belanja ini melonjak sangat signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata era sebelum pandemi Covid-19 yang hanya berkisar di angka 33 persen. Traverso memperingatkan bahwa setiap koreksi dalam nilai transfer atau perlambatan permintaan pembeli dapat berdampak sangat serius bagi klub yang membawa beban utang besar.

Menariknya, klub-klub Inggris juga semakin gemar melakukan transaksi bernilai tinggi di antara sesama mereka sendiri di pasar domestik. Nilai transfer domestik sesama klub Premier League tercatat mengalami lonjakan hingga 44 persen menjadi 1,55 miliar euro. Aliran dana domestik ini bahkan setara dengan gabungan nilai lima aliran pasar transfer liga-liga lain di bawahnya, dengan rute transfer dari Bundesliga Jerman ke Premier League menjadi rute lintas liga paling menguntungkan berikutnya yang mencapai nilai 690 juta euro.

Penjualan Pemain Akademi demi Keuntungan Buku

Lonjakan jumlah transfer bernilai fantastis di atas 50 juta euro juga tercatat meningkat sangat drastis secara keseluruhan di Eropa. Pada musim panas 2024 hanya terdapat 14 transfer di atas angka tersebut, namun melonjak menjadi 23 kesepakatan pada 2025, dan kembali meroket hingga 35 kesepakatan pada 2026. Dari total kesepakatan megah tersebut, klub-klub Premier League bertanggung jawab atas 29 transfer di antaranya.

Di tengah tuntutan ketat untuk mematuhi regulasi keuangan, klub-klub Eropa kini memiliki kecenderungan kuat untuk melepas pemain akademi mereka sendiri. Langkah melego pemain lulusan akademi ini diambil karena penjualan tersebut dapat dicatat sebagai keuntungan bersih murni di dalam pembukuan keuangan klub. Melalui strategi penjualan pemain muda didikannya, klub-klub Eropa berhasil menghasilkan estimasi keuntungan kolektif sebesar 6,80 miliar euro sepanjang musim panas ini, meningkat sebesar 655 juta euro dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, UEFA juga mengamati fenomena kepemilikan banyak klub atau multi-club ownership yang dicurigai menjadi alat manipulasi harga pemain. Namun, laporan tersebut menemukan sedikit bukti bahwa struktur kepemilikan tersebut digunakan untuk memindahkan pemain dengan nilai yang digelembungkan atau diturunkan secara tidak wajar. Total nilai transfer dari skema ini hanya mencapai 152 juta euro, dengan lebih dari setengah dari pengeluaran tersebut berasal dari transaksi internal antara Chelsea dan Strasbourg.