Kumparan Logo

UEFA Umumkan Perubahan Liga Champions Di Tengah Ramai European Super League

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trofi Liga Champions dipamerkan pada undian babak 16 besar musim 2019/20. Foto: AFP/Fabrice Coffrini
zoom-in-whitePerbesar
Trofi Liga Champions dipamerkan pada undian babak 16 besar musim 2019/20. Foto: AFP/Fabrice Coffrini

Di tengah ramainya European Super League, UEFA mengumumkan adanya perubahan pada Liga Champions. Format baru ini akan mulai digunakan pada musim 2024/25 nanti.

Dalam format baru itu, peserta Liga Champions akan berubah dari 32 tim menjadi total 36. Dalam format baru juga akan perubahan dalam fase grup dengan menghadirkan lebih banyak pertandingan.

Sekarang ini, fase grup Liga Champions menghadirkan empat tim dalam delapan kelompok berbeda. Dari masing-masing kelompok, dua tim teratas melaju ke babak 16 besar.

Trofi Liga Champions. Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Nantinya, tidak akan ada lagi grup-grup. Ke-36 tim akan bersaing dalam sebuah tabel klasemen dan masing-masing tim akan melakoni 10 laga menghadapi 10 klub berbeda.

Delapan posisi teratas akan otomatis masuk babak 16 besar. Sementara posisi sembilan sampai 24 akan melakoni play off dua leg untuk menentukan siapa yang akan melaju ke 16 besar.

Tim yang finis di bawah posisi 24 akan tersingkir dari kompetisi Eropa. Adapun babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final akan tetap menggunakan format yang sama.

Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa juga akan mengikuti format yang baru ini.

"Format baru ini mendukung status dan masa depan kompetisi domestik di Eropa. Ini menjaga bahwa performa domestik menjadi kunci untuk kualifikasi dan memperkuat lagi prinsip solidaritas dan kompetisi terbuka," jelas Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dikutip dari Goal International.

"Format baru ini akan menjaga mimpi setiap tim di Eropa untuk berpartisipasi di Liga Champions. Format ini juga akan menghadirkan manfaat dan perkembangan bagi semua pihak di sepak bola Eropa, bukan cuma sedikit kartel yang memilih dirinya sendiri," tambah dia.

***

embed from external kumparan