Ulah Ngawur Klub Asal Korsel: Pasang Boneka Seks sebagai Pengganti Penonton

Banyak cara mengakali sepinya stadion kosong akibat pertandingan digelar tanpa penonton. La Liga, misalnya, berencana memutar rekaman suara para fans ketika pertandingan berlangsung secara tertutup.
Namun, ada kejadian nyeleneh saat sebuah klub asal Korea Selatan berusaha mengatasi atmosfer sepi stadion itu. FC Seoul tanpa sengaja memasang boneka seks sebagai penonton palsu saat menjamu Gwangju pada Minggu (17/5).
Alhasil, badai kritik pun datang. Buntutnya, FC Seoul meminta maaf lewat berbagai akun media sosial mereka.
"Kami menyampaikan minta maaf sebesar-besarnya kepada para fans atas pemasangan maneken di pertandingan tanggal 17 Mei," tulis FC Seoul di Instagram.
"Perusahaan Dalcom sebagai pihak produsen menjelaskan kepada kami bahwa maneken itu didesain untuk jadi tempat memajang produk fashion."
"Akan tetapi, Dalcom juga memproduksi maneken untuk bisnis bernama Soros. Dalam proses pengiriman barang antara Dalcom dan Soros, ada produk dengan teks yang berhubungan dengan mainan dan situs seks yang berakhir di stadion. Ini adalah kesalahan kami karena tidak memeriksa semuanya secara detail," demikian bunyi pernyataan FC Seoul.
Lalu, bagaimana bisa boneka-boneka seks itu sampai di bangku penonton? Jadi begini, laga FC Seoul melawan Gwangju harus digelar secara tertutup sebagai bagian dari protokol pencegahan meluasnya COVID-19.
Kemudian Dalcom datang menawarkan diri untuk mengisi beberapa bangku kosong di stadion. Setelah pihak klub setuju, Dalcom mengirim 30 maneken, 28 boneka perempuan dan dua boneka pria.
Namun, beberapa fans yang menyaksikan pertandingan secara online menyadari ada yang aneh pada para penonton palsu itu. Maneken-maneken itu terlihat sangat mirip dengan boneka seks. Selain itu, beberapa boneka tampak memegang iklan untuk situs-situs dewasa.
Dalcom menjelaskan bahwa iklan itu milik sebuah perusahaan mainan seks yang memesan maneken dari mereka. Menurut Dalcom, perusahaan mainan seks itu sempat mengambil gambar dari maneken sebelum laga FC Seoul vs Gwangju mulai.
"Mereka harusnya mengambil semua logo sebelum pertandingan dimulai. Tetapi, ada sejumlah logo serta ikat kepala yang tertinggal dan terlihat oleh masyarakat," ucap Direktur Dalcom, Cho Young-june, kepada BBC.
Masalahnya, pornografi dianggap ilegal di Korea Selatan. Belum diketahui apakah FC Seoul bakal kena hukuman akibat kejadian ini.
Pihak Dalcom sendiri mengaku sudah meminta maaf kepada FC Seoul, tetapi mereka berkeras menyebut boneka seks yang dipasang sebagai 'maneken premium'.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
