Kumparan Logo

Upaya Dua Tahun Juventus untuk Dapatkan Matthijs de Ligt

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
De Ligt tiba di Turin, Italia. Foto: Twitter/@juventusfcen
zoom-in-whitePerbesar
De Ligt tiba di Turin, Italia. Foto: Twitter/@juventusfcen

Saga transfer Matthijs de Ligt sebentar lagi akan berakhir. Bek tengah muda asal Belanda itu sudah mendarat di kota Turin, Italia, dan akan segera diresmikan oleh klub yang berbasis di kota tersebut, Juventus.

Keberhasilan Juventus untuk mendapatkan De Ligt bisa dibilang sangat impresif. Alasannya ada beberapa. Yang pertama jelas reputasi dan kemampuan sang bek sendiri. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, De Ligt sudah disebut-sebut sebagai salah satu bek tengah terbaik di Eropa. Gelar Golden Boy yang ia dapatkan di 2018 lalu menjadi pengakuan paling sahih atas talentanya.

Yang kedua, Juventus sukses mengakuisisi De Ligt dengan harga yang relatif murah, yaitu total 75 juta euro. Harga ini terbilang murah, mengingat kemampuannya saat ini dan potensinya di masa depan. Selain itu, jangan lupakan juga bahwa harga pasar pesepak bola terus meningkat dengan tidak masuk akal.

Yang ketiga, Juventus berhasil menyingkirkan klub-klub top Eropa lainnya untuk mendapatkan De Ligt. Setidaknya, ada empat klub besar nan kaya yang dikabarkan meminati (calon) eks Ajax Amsterdam itu, yaitu Barcelona, Paris Saint-Germain (PSG), dan duo Manchester, City dan United.

Dari situ, bisa dilihat betapa prestisiusnya transfer De Ligt ini bagi Juventus. Pelatih veteran asal Italia yang juga sempat menukangi ‘Si Nyonya Tua’, Fabio Capello, bahkan menegaskan bahwa jika De Ligt datang, Juventus akan melaju tanpa kesulitan di Serie A.

embed from external kumparan

Namun, jangan lupa akan kata pepatah yang termasyhur itu: usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan Juventus untuk mendapatkan De Ligt ini merupakan buah dari usaha yang gigih dan panjang.

Misi Juventus untuk mendapatkan De Ligt setidaknya dimulai dua tahun lalu. Berdasarkan pemaparan La Gazzeta dello Sport, di tahun 2017, Juventus mengundang sang bek ke Vinovo, markas latihan tim. De Ligt diajak untuk berkeliling dan melihat fasilitas-fasilitas yang ada di Vinovo.

Langkah yang diambil oleh Juventus ini tentu memberikan kesan yang mendalam bagi De Ligt, yang masih remaja. Di satu sisi, pihak klub juga berhasil memberikan pernyataan bahwa mereka sudah menaruh minat kepada De Ligt.

Setelah itu, Juventus dikabarkan mulai memantau De Ligt secara kontinu. Di tahun 2018, Juventus memanfaatkan laga persahabatan antara Italia dan Belanda yang berlangsung di Allianz Stadium untuk merayu De Ligt.

embed from external kumparan

Rencana Juventus ini sempat terancam berantakan setelah Barcelona meresmikan perekrutan Frenkie De Jong di Januari 2019 lalu. Pasalnya, De Jong merupakan sobat kental De Ligt, dan keduanya diisukan akan bermain bersama setelah pindah dari Ajax.

Pada Mei 2019, De Ligt bahkan secara terang-terangan menyampaikan keinginannya untuk bermain bersama De Jong.

“Apakah saya ingin bermain bersama De Jong? Tentu saja! Ia adalah pemain yang hebat, dan saya akan senang bermain bersamanya. Namun, saya tentu tak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya saat diwawancarai oleh media Spanyol, Sport.

Dalam ucapannya itu, De Ligt memang tidak menyebutkan Barcelona. Namun, banyak orang yang mengartikan bahwa perkataannya itu adalah umpan bagi Barcelona untuk merekrutnya. Kebetulan, klub asal Catalunya itu dikabarkan sempat memberikan tawaran senilai 60 juta euro kepada Ajax untuk De Ligt.

Kendati begitu, Juventus tak khawatir. Pada awal Juni 2019, tepatnya di laga final UEFA Nations League antara Belanda dan Portugal, megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, mengambil inisiatif untuk memuluskan upaya timnya memboyong De Ligt.

Setelah pertandingan final itu selesai, Ronaldo—yang sukses membawa Portugal mengalahkan Belanda—menghampiri De Ligt. Keduanya terlihat berbincang lalu tertawa. Setelah itu, De Ligt membeberkan bahwa Ronaldo membujuknya untuk bermain bersamanya di Juventus.

Apa yang dilakukan oleh Ronaldo ini tak bisa diremehkan efeknya. Bagaimanapun, ia merupakan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah, dan bocah berusia 19 tahun pasti akan merinding jika diajak bermain bersamanya. Lebih dari itu, De Ligt juga mengakui bahwa ketika ia masih kecil, ia sangat mengidolakan Ronaldo.

embed from external kumparan

Upaya Juventus tentu saja tak berhenti di situ. Mereka paham bahwa untuk memboyong De Ligt, mereka juga harus membujuk agennya. Nah, agen De Ligt ini merupakan salah satu pria yang memiliki reputasi buruk di sepak bola, Mino Raiola.

Untungnya, Juventus memiliki Pavel Nedved. Pemain legendaris yang saat ini menjabat Wakil Presiden Juventus itu langsung turun menemani Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, untuk bernegosiasi dengan Raiola. Kebetulan, semasa masih aktif bermain, Nedved juga merupakan klien Raiola.

Upaya Juventus ini terbukti efektif. Raiola sampai membuat pernyataan ke publik bahwa kepindahan De Ligt hanya tinggal menunggu kesepakatan antara Ajax dan Juventus.

Pada akhirnya, segala usaha ini berbuah manis bagi Juventus. De Ligt hanya akan menjalani tes medis sebelum diresmikan, dan ia akan bersama The Old Lady hingga lima tahun ke depan.