kumparan
9 Okt 2018 16:31 WIB

Upaya Pickford untuk Tetap Membumi dan Menjaga Rasa Lapar

Jordan Pickford mengamankan bola dalam pertandingan Swedia vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2018. (Foto: Carlos Garcia Rawlins/Reuters.)
Begitu cepat karier Jordan Pickford melesat. Namun, kiper Everton dan Timnas Inggris ini tetaplah pribadi yang sama.
ADVERTISEMENT
Nasib Pickford mulai berubah ketika Everton memboyongnya dari Sunderland dengan mahar 25,6 juta poundsterling. Nominal ini menghadirkan predikat kiper termahal Inggris untuk sosok yang kini berumur 24 tahun tersebut. Sebagai kiper mahal, Pickford tentu menuai atensi lebih besar.
Semakin besar lagi perhatian publik ketika dia didaulat sebagai kiper utama Timnas Inggris pada akhir 2017. Pickford membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan apik di bawah mistar 'Tiga Singa', salah satunya ketika menjadi pahlawan dalam babak adu penalti melawan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018.
Buahnya dipetik Pickford belakangan. Dia diganjar kontrak berdurasi enam tahun oleh manajemen Everton. Sudah tentu gajinya melonjak secara signifikan. Selain itu, popularitas Pickford melonjak tajam seiring performa impresifnya di Piala Dunia.
ADVERTISEMENT
"Dalam hal kehidupan, saya mendapatkan pengakuan lebih banyak dari orang-orang di jalanan. Ini sangat menyentuh. Saya sendiri hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Namun, ketika upaya Anda dinikmati banyak orang, tentu muncul kepuasan," tutur Pickford sebagaimana dikutip dari Telegraph.
"Jumlah pengikut saya di media sosial melonjak tajam. Saya merasa senang karenanya. Menyenangkan pula ketika kiper lain mengatakan, 'Selamat atas prestasimu pada musim panas.' Itulah yang dituturkan Petr Cech. Jadi, saya merasa tersanjung," katanya mengimbuhkan.
Kiper andalan Everton, Jordan Pickford. (Foto: REUTERS/Scott)
Kendati begitu, Pickford berupaya tetap membumi. Rekeningnya menggelembung, tetapi gaya hidupnya tak berubah. Sebagai contoh, ketika baru meneken kontrak anyar, Pickford tak lantas menghamburkan uang untuk kemewahan. Dia sekadar pergi ke Nandos --sebuah restoran cepat saji seperti KFC.
ADVERTISEMENT
Pun demikian menyoal misinya pada masa mendatang. Capaian di Rusia tak lantas meredam rasa lapar Pickford. Bagi dia, menjaga performa adalah wajib untuk menjamin status kiper nomor satu Inggris tak lepas dari genggamannya. Dengan begitu, dia bisa terus hadir ketika pasukan Gareth Southgate mengejar mimpi untuk meraih trofi.
"Kini adalah saatnya untuk mengambil langkah selanjutnya baik bersama Everton maupun Timnas Inggris. Karena seperti yang selalu saya tuturkan, hidup seorang pesepak bola itu singkat. Itu pula yang disampaikan pelatih saya sejak umur tujuh tahun, Mark Prudhoe. Maka itu, saya tak mau menyia-nyiakan setiap kesempatan," ucapnya.
Pickford menyelamatkan penalti Carlos Bacca. (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach)
"Menyoal target, raihan gelar akan menyenangkan. Tidak mudah memang, tetapi kami memiliki kualitas dan mentalitas sebagai modal untuk mewujudkannya," kata Pickford.
ADVERTISEMENT
Kesempatan paling dekat ada di pentas UEFA Nations League, di mana Inggris bersaing dengan Spanyol dan Kroasia di Grup 4 Liga A. Inggris wajib menang ketika menjamu Kroasia, Minggu (18/11) malam WIB, demi menjaga asa ke semifinal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan