Valentino Simanjuntak Akui Tak Baper #GerakanMuteMassal: Silakan Dilakukan

Valentino Simanjuntak belum berhenti menjadi sorotan di Twitter. Usai terjadi polemik dengan akun ofisial Bali United, pria yang dikenal dengan sebutan 'Bung Jebret' ini kemudian menjadi korban gerakan #GerakanMuteMassal sejak Senin (12/4) malam.
#GerakanMuteMassal hadir karena banyak netizen penggemar sepak bola menganggap Valentino terlalu berisik dan memakai diksi hiperbola saat memandu jalannya laga Piala Menpora 2021. Lantas, bagaimana ia menanggapi gerakan ini?
Melalui kanal YouTube resmi Jebreeet Media, Selasa (13/4), Valentino mengeluarkan pernyataan terkait #GerakanMuteMassal. Intinya, sang komentator menyatakan dirinya tak marah dengan gerakan ini.
"Gua hadir di sini, gua tidak akan berargumen dan berdebat. Jadi kalau memang #GerakanMuteMassal itu dilakukan, silakan dilakukan. Karena itu semua kan karena adanya sebuah gerakan, namannya gerakan itu kan, apakah itu bergerak sendiri atau digerakkan, yang penting bergerak," terangnya.
Walau begitu, Valentino sebenarnya lebih berharap para netizen dan pencinta sepak bola lebih fokus membahas segala aspek tentang Piala Menpora.
"Tetapi harus diingat, jangan sampai teman-teman malah menguntungkan gua lagi. Jadi jangan sampai ruginya dobel. Karena kalau bergerak-bergerak, tapi akhirnya yang dibicarakan adalah Valentino Simanjuntak, maka engagement-nya semakin tinggi," tuturnya.
"Kenapa bukan naikin Piala Menpora, profil permainan pemain, dan kapasitas pelatih. Gua pikir, mereka lebih perlu untuk dibicarakan daripada sekadar membicarakan komentator yang anytime bisa digantikan siapa saja," tambahnya.
Valentino Simanjuntak menegaskan dirinya tidak terbawa perasaan, apalagi kecewa dengan #GerakanMuteMassal. Sosok yang mulai viral sejak 2013 itu tak mau menghalang-halangi aspirasi netizen.
"Tidak ada kebaperan atau kekecewaan. Apa pun gerakan yang teman-teman lakukan kalau memang itu berdasarkan keresahan dan itu perlu, go for it dan silakan dilakukan. Karena gerakan yang muncul dari diri sendiri dan untuk keinginan yang lebih baik itu kan enggak usah dibendung," jelas Valentino.
"Yang penting tadi, benar-benar dipikirkan, jangan juga karena FOMO (Fear of missing out), takut karena lu kehilangan yang lagi hype. Karena, pengakuan dari beberapa teman yang pertama kali jadi ramai ini, dia memang diminta untuk mengikuti hype, sehingga dia begitu, lalu dia takedown," tutupnya.
***
