Valentino Simanjuntak Ancam Laporkan 30 Akun Medsos dengan UU ITE

Kekisruhan antara admin Bali United dengan komentator sepak bola, Valentino Simanjuntak, di ranah media sosial (medsos) berpotensi berkepanjangan. Hal itu setelah Valentino mempertimbangkan untuk melaporkan sejumlah akun medsos terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Awal mula kisruh tersebut bermula dari cuitan akun Twitter Bali United dengan menyindir Valentino. Akun tersebut meminta kepada pihak Indosiar sebagai pemegang hak siar Piala Menpora 2021, untuk mengingatkan tak terlalu banyak hiperbola ketika pertandingan Bali United vs PS Sleman pada Senin (12/4).
Hal itu kemudian memantik netizen untuk ikut menuding gaya komentator Valentino yang berisik dan hiperbola. Kolom komentar Instagram dan Twitter pria yang dikenal dengan sebutan 'Bung Jebret' itu pun dipenuhi dengan kritikan sampai caci maki, hingga akhirnya muncullah #GerakanMuteMassal.
Terkait hal itu, Valentino mengatakan pihaknya telah mengantongi akun-akun medsos yang dianggap berkomentar kelewat batas. Saat ini, terdapat firma hukum yang tengah memantau akun-akun tersebut.
"Gua mencatat beberapa akun yang ngomongnya kasar, ada sekitar 30 akun yang enggak cuma sekali kasih komen. Setelah dilihat, rata-rata mereka followers-nya nol. Nah, itu sudah gua serahkan ke kantor firma hukum karena kita juga harus mengedukasi (netizen)," ujar Valentino melalui kanal YouTube Jebreeet Media, Selasa (13/4).
"Dan firma ini yang ngontak gua untuk 'Lent, mau enggak gua take care nih kalau memang ada yang melanggar ITE-nya dan segala macam'. Ini sudah gua serahkan ke firma ini, ada sekitar 30 yang lagi di-monitoring dan akan dilanjutkan sama mereka, gua sudah kasih surat kuasanya. We will see bagi yang sudah kelewat batas," lanjutnya.
Di sisi lain, Valentino juga mengaku tak ambil pusing dengan #GerakanMuteMassal. Menurutnya, gerakan tersebut silakan dilakukan karena merupakan aspirasi dari netizen.
"Gua hadir di sini, gua tidak akan berargumen dan berdebat. Jadi kalau memang #GerakanMuteMassal itu dilakukan, silakan dilakukan. Karena itu semua kan karena adanya sebuah gerakan, namannya gerakan itu kan, apakah itu bergerak sendiri atau digerakkan, yang penting bergerak," kata Valentino.
"Tidak ada kebaperan atau kekecewaan. Apa pun gerakan yang teman-teman lakukan kalau memang itu berdasarkan keresahan dan itu perlu, go for it dan silakan dilakukan. Karena gerakan yang muncul dari diri sendiri dan untuk keinginan yang lebih baik itu kan enggak usah dibendung," tandasnya.
