Kumparan Logo

Victor Valdes yang Memilih Tenggelam dalam Kesunyian

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Victor Valdes saat berlatih bersama Barcelona. (Foto: LLUIS GENE / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Victor Valdes saat berlatih bersama Barcelona. (Foto: LLUIS GENE / AFP)

WresteMania 33, yang terlaksana pada April 2017, adalah hari di mana orang-orang berpikir bahwa The Undertaker pensiun.

Ya, berpikir, karena Undertaker, tak pernah berkata-kata bahwa ia akan pensiun sebelum laga melawan Roman Reigns yang menjadi tajuk utama WrestleMania 33, atau saat laga gulat antara keduanya usai. Orang-orang hanya menebak dan berteori bahwa ia tak kembali, karena usianya atau ia sengaja membuat orang-orang tak memikirkannya lalu membuat orang-orang terkejut karena ia tiba-tiba kembali suatu hari nanti.

Entahlah.

Selesai gulat keduanya selesai, yang dimenangkan oleh Roman, Undertaker berkeliling ring dengan entrance music-nya yang terdengar di seantero venue dengan wajah datar. Setelah ia berkeliling, ia diam di tengah ring. Lalu menarik kedua sarung tangannya dan menaruhnya di bawah kakinya.

Kemudian melepaskan jaket panjangnya, dan melipatnya sebelum menaruhnya di atas sarung tangannya. Lalu terakhir, ia mencopot topinya dan menaruhnya di atas jaket panjangnya. Ia kemudian pergi begitu saja tanpa penjelasan. Dan hingga hari ini, pegulat yang memiliki nama asli Mark William Calaway itu tak jua kembali.

video youtube embed

***

Victor Valdes punya cara yang sama dengan The Undertaker, dalam artian membuat orang-orang berpikir dan berteori ini dan itu tentang kehilangannya.

Enam bulan setelah ia memutuskan untuk menolak tawaran bermain bersama Middlesborough seperti musim lalu, tiba-tiba saja kabar mengejutkan datang darinya. Media seperti Mirror, Daily Mail, hingga Bleacher Report kemudian mengabarkan bahwa ia pensiun.

Valdes, uniknya, tak pernah berbicara bahwa ia telah pensiun. Ia hanya menghapus akun sosial medianya – akun Twitter dan Instagramnya telah deaktivasi per 3 Januari 2018. Lalu, bagaimana media-media ini kemudian bisa mengklaim bahwa Valdes telah pensiun?

Mudah saja: media ini mengutip apa yang Vades katakan di salah satu stasiun televisi Kolombia pada 2015 lalu.

“Ketika cahaya telah meredup, suatu hari nanti cahaya itu akan meredup, dan jika saat itu telah tiba, aku akan bersama dengan anak-anakku. Mengajari mereka apa yang mereka apa potensi mereka,” ujar Valdes. “Aku harap, ketika cahaya itu meredup, akan sangat sulit (bagi media) untuk menemukanku.”

Ini, tentu saja, bukan pertama kalinya orang-orang menduga bahwa Valdes telah pensiun. Pada Agustus 2017 lalu, Valdes mencuitkan sebuah tweet yang dianggap oleh ESPN, sebagai pertanda bahwa ia pensiun. ESPN kala itu mengabarkan bahwa Valdes pensiun demi masuk ke acara televisi.

X post embed

Oke, kami ingin membagikan teori ini juga. Tapi kami ingin melihat lebih lebar: mengapa ada banyak teori seperti ini?

Adapun untuk memahami mengapa Valdes berkata begini, kita harus melihat apa yang terjadi pada karier Valdes setelah ia memutuskan pindah dari Barcelona setelah kontraknya habis pada musim panas 2014.

Saat itu, Valdes menandatangani kontrak untuk pindah ke AS Monaco setelah kontraknya habis. Sialnya, ia mengalami cedera ligamen yang membuatnya tak bermain dalam 220 hari terhitung dari 26 Maret 2014. Akibat cedera itu, Monaco menarik kontraknya dan Valdes tak memiliki klub.

Kalau ada yang menjadi juru selamat atas cedera yang dirasa Valdes, itu adalah Manchester United. United, per 23 Oktober 2014, mereka menawarkan kesediaan untuk membantu proses rehabilitasi Valdes hingga sepenuhnya pulih. Pada 8 Januari 2015, Valdes diberikan kontrak 18 bulan oleh Manchester United. Dan Valdes, menerima tawaran itu.

Namun, perjalanan Valdes tak dapat dikatakan mulus di United. Di United, ia hanya bermain di dua laga bersama tim senior. Hubungannya retak dengan Louis van Gaal – van Gaal ingin Valdes bermain sebagai kiper di tim reserves United, sementara Valdes merasa ia pantas bermain di tim utama.

Puncak dari segala konflik itu, adalah Valdes yang ditinggalkan dalam tur pra-musim di musim 2015/2016. Kala ditanya van Gaal ia akan dijual, van Gaal mengonfirmasi dan mengatakan bahwa ia akan dijual. Lalu, Valdes dikucilkan dari tim utama United. Ia berada di situasi tidak berada di tim utama, di mana ia tahu ia pantas untuk itu, dan ia ogah untuk berada di tim cadangan.

Ini, mengubah pandangan Valdes tak hanya tentang sepak bola yang telah ia mainkan selama ini, tapi juga tentang hidupnya sendiri. Ia mengatakan bahwa ia menghakimi dirinya sendiri karena pada akhirnya, ia banyak membuat orang terdekatnya kecewa atas keputusannya pindah ke United.

“Aku adalah sosok manusia yang sulit untuk dijadikan teman hidup ataupun teman kerja,” ujar Valdes, kembali pada 2015 lalu, sebagaimana dilansir dari The Guardian.

“Kalau aku terlahir kembali, aku takkan menjadi pesepak bola. Mereka boleh bilang aku punya bakat, tapi itu tak mudah dan aku telah menderita bertahun-tahun. Ada banyak hari di mana aku tak ingin berada di sana. Tapi aku telah di sana sejak usiaku masih muda.”

Akhirnya, tak ada klub yang ingin membeli Valdes, sehingga pada Januari 2016, United harus menerima tawaran Standar Liege yang ingin meminjam Valdes untuk bermain di Liga Belgia hingga akhir musim.

Di Belgia, meski telah berstatus sebagai pemain bintang, ia hanya bermain enam kali. Kontrak peminjamannya dipotong hingga 29 April 2016 karena Liege ingin meroketkan lebih banyak pemain muda.

Pada Juli 2016, ia pindah ke Middlesborough dengan status bebas transfer. Namun di sana, ia tak pernah sama. Ia memainkan 28 laga di Premier League, dan dengan lini belakang Boro yang bobrok, lengkap sudah penderitaannya. Ia terus kebobolan hingga 53 gol. Kebobolan demi kebobolan itu membuatnya merasa dipermalukan. Ia memutuskan untuk tak membela Boro dan bermain di Championship untuk musim 2017/2018.

Ada banyak rumor perihal Valdes setelah keputusan itu di jendela transfer musim panas lalu. Mulai dari inginnya Pep Guardiola reuni dengannya. Lalu klub Spanyol seperti Deportivo La Coruna, Real Betis dan Las Palmas, yang menginginkan jasanya. Namun semua rumor itu, tak ada satupun yang menjadi kenyataan. Ia tak pernah menjadi kiper lagi, dan hingga hari ini, kabar mengenai rumor Valdes itu datang kembali.

Tentu saja, pada akhirnya, akan ada banyak versi perihal kapan sebenarnya Valdes akan pensiun selama ia tak berkata-kata. Namun, mungkin inilah yang diinginkan Valdes: ia pergi tanpa kata, dan lalu kita merindunya. Apapun itu, kami berharap, semoga ia bahagia dengan hidupnya kini. Vamos Valdes!