Vincent Kompany Dirawat di Rumah Sakit Akibat Kelelahan Parah

Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh di rumah sakit setelah mengalami pingsan akibat kelelahan mendalam pada Jumat lalu. Dikutip dari laporan BILD via Goal, manajemen klub papan atas Jerman tersebut memberlakukan aturan ketat bagi siapa pun yang bermaksud menjenguk juru taktik berkebangsaan Belgia itu. Setiap tamu dilarang keras membahas persoalan sepak bola agar sang pelatih dapat fokus sepenuhnya pada proses pemulihan kesehatan.
Asisten pelatih Aaron Danks mengonfirmasi bahwa kondisi mantan bek kelas dunia tersebut kini mulai stabil dan terus menunjukkan perkembangan positif. Meskipun belum dipastikan kapan akan kembali mendampingi tim di pinggir lapangan, fokus utama klub saat ini adalah memberikan waktu istirahat secara maksimal bagi juru taktik mereka.
Larangan Membahas Sepak Bola dan Kunjungan Manajemen Klub
Manajemen Bayern Munich menegaskan bahwa proses penyembuhan Vincent Kompany memerlukan ketenangan total tanpa gangguan pekerjaan. Wartawan senior BILD Christian Falk melaporkan bahwa klub secara eksplisit meminta seluruh jajaran direksi hingga staf untuk membicarakan hal-hal pribadi saja saat bertemu sang pelatih.
Presiden Kehormatan Bayern Munich Uli Hoeneß menjadi salah satu tokoh yang langsung menjenguk pelatih tersebut di rumah sakit. Ia membawa makanan dari kedai kuliner Feinkost Käfer serta mematuhi arahan klub untuk tidak menyentuh topik taktik maupun persiapan pertandingan tim.
Aaron Danks yang ditunjuk menggantikan posisi di bangku cadangan juga mengaku hanya membicarakan urusan personal saat berinteraksi lewat telepon dengan sang juru taktik. Keterangan resmi mengenai kondisi medis sang pelatih turut ditegaskan oleh Danks saat mendampingi tim jelang laga tandang melawan SC Freiburg di Bundesliga.
Abaikan Sinyal Tubuh dan Infeksi Virus Berat
Sebelum mengalami kolaps di lapangan latihan, kondisi fisik Vincent Kompany dilaporkan sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan tajam akibat beban kerja ekstrem. Juru taktik berusia 38 tahun tersebut sempat memaksakan diri memimpin laga penting di Liga Champions dan Bundesliga kendati tubuhnya terinfeksi virus yang cukup berat.
Sang pelatih sempat menyampaikan pernyataan terbuka mengenai kondisi fisiknya yang terus dipaksa bekerja melampaui batas stamina normal. “Sebagai pelatih, Anda selalu ingin melakukan segala hal dan mengurus semuanya. Saya terserang virus yang cukup parah dan tentu saja saya tidak mendengarkan sinyal tubuh saya,” ujar Kompany mendeskripsikan situasi fisiknya sebelum pingsan.
Penyesalan tersebut terungkap setelah tubuh sang pelatih akhirnya memberikan reaksi keras hingga membuatnya harus mendapatkan penanganan medis intensif. Kompany menambahkan, “Lalu pada satu titik, tubuh saya berkata: ‘Berhentilah sekarang, Nak!’ Namun tentu saja saya merasa lebih baik sekarang, jika tidak saya tidak akan berada di sini.”
Etos Kerja Ekstrem dan Jam Kerja Berat Juru Taktik
Kekhawatiran staf dan para pemain Bayern Munich sebenarnya telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir akibat gaya hidup sang pelatih yang dinilai kurang seimbang. Kompany diketahui terbiasa mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan, kurang berolahraga mandiri, serta menghabiskan waktu hingga 18 jam sehari di fasilitas latihan klub.
Ayah kandung Kompany yakni Pierre Kompany mengungkapkan kepada Der Spiegel dan BILD bahwa putranya memiliki dorongan kerja luar biasa hingga jarang bertemu ketiga anaknya sepanjang pekan. Dedikasi ekstrem tersebut diakui sang pelatih lahir dari latar belakang keluarga imigran yang membuatnya merasa harus bekerja dua kali lebih keras ketimbang orang lain.
Anggota Dewan Olahraga Bayern Munich Max Eberl mengagumi etos kerja pelatihnya namun mengakui bahwa Kompany telah melewati batas kemampuan fisiknya. Eberl memperkirakan dibutuhkan waktu hingga beberapa pekan mendatang sebelum mantan kapten Manchester City itu diizinkan kembali memimpin tim dari pinggir lapangan.
