Viral Pemain Futsal Kota Malang Tendang Lawan yang Sedang Selebrasi Sujud

19 September 2023 22:50
·
waktu baca 3 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemkot Semarang Siapkan Lima Lapangan Futsal Rumput Sintetis. Foto: Dok. Distaru
ADVERTISEMENT
Beredar video seorang pemain futsal menendang pemain lawan yang sedang selebrasi sujud. Video yang diunggah oleh akun X atau twitter @Pai_C1 itu terlihat salah satu pemain mendapatkan tendangan penalti dan berhasil mencetak gol.
ADVERTISEMENT
Kemudian, ia langsung melakukan selebrasi sujud. Salah satu pemain lawan berkostum putih tiba-tiba menendang pemain itu yang mengenai bahunya. Sontak, wasit langsung memberikan kartu merah kepada pemain yang menendang tersebut.
Rupanya, laga tersebut merupakan pertandingan futsal babak 8 besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023 antara Kabupaten Blitar melawan Kota Malang.
Pelatih Futsal Putra Kabupaten Blitar, Febry Wahyu Wiyono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/9) minggu lalu di Lapangan FFC Randegan, Sidoarjo.
"Itu sebenarnya kan kejadiannya sudah babak 8 besar. Itu hari Rabu minggu lalu. Pada saat Porprov 8 besar kan lawan Kota Malang," ujar Febry kepada kumparan, Selasa (19/9).
Sepak Bola (Ilustrasi) Foto: Carl Recine/Reuters
Febry menjelaskan, pertandingan tersebut awalnya berjalan dengan lancar. Pada babak pertama, tim Kabupaten Blitar unggul dengan skor 2-0. Kemudian, memasuki babak kedua timnya terus menambah angka hingga 4-0.
ADVERTISEMENT
"Terus mulai ketinggalan banyak gol itu permainan Malang menjadi menjurus keras dan kasar," jelasnya.
Saat menit ke-39, tim Kabupaten Blitar mendapat tendangan penalti dan dieksekusi oleh Hanafi, pemain Kabupaten Blitar bernomor punggung 7. Hanafi berhasil mencetak gol, sehingga tim Kabupaten Blitar unggul dengan skor 5-0.
Usai membobol gawang tim Kota Malang, Hanafi langsung melakukan selebrasi sujud di tengah lapangan.
"Kita kan dapat pelanggaran, kan di futsal aturannya pada setiap babak apabila pelanggaran itu ke enam setiap babak maka hukumannya adalah penalti titik kedua. Lha itu kita sudah dapat lima pelanggaran penalti titik kedua. Di pelanggaran kelima itu di babak kedua, penalti kedua kita masuk," terangnya.
"Kemudian, Hanafi nomor 7 itu melakukan sujud syukur, lha itu terus sama pemain Malang ditendang bahunya bukan kepala, bahu kanan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Atas insiden itu, Hanafi mengalami memar pada bagian bahu kanannya dan langsung dilakukan perawatan oleh tim medis pertandingan. Beruntung, ia tidak sampai mengalami luka yang cukup serius. Hanafi pun tetap bisa bermain di laga selanjutnya.
"(Pertandingan) tetap lanjut sampai selesai. Tapi pemain kita kan mendapatkan perawatan, itu memar bahu sama posisinya istilahnya mlengse (cedera). Ditangani tim medis. Setelah massage, di kompres es, besoknya alhamdulillah bisa main lagi," ucap dia.
Malam hari usai pertandingan itu, tim Kota Malang langsung meminta maaf melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke tim Kabupaten Blitar atas insiden itu.
"Itu malamnya sama besoknya ngirim permintaan maaf tapi lewat WA ke salah satu staf kita terus kita juga ya sebagai manusia ya sudah kita maafkan," kata Febry.
ADVERTISEMENT
Febry menambahkan, seharusnya tim dari Kota Malang mendapat sanksi dari panitia penyelenggara. Namun, kata dia, hingga kini belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada tim futsal Kota Malang.
"Kalau mengacu regulasi, kan itu sudah di kartu merah sama wasitnya, tapi biasanya itu ada sanksi tambahan. Jadi yang berhak menuliskan laporan khusus pertandingan itu pengawas pertandingan dan kemarin sudah ditanyakan ke pengawas pertandingan itu sudah membuat laporan yang dilaporkan kepada komisi disiplin asosiasi futsal Jawa Timur," terangnya.
"Tapi sampai saat ini sanksi tambahannya itu belum ada. Mungkin komite disiplin atau apa kita juga belum tahu," tambah dia.