Wisata Naik Unta Laris Manis Sejak Piala Dunia 2022, Aktivis Hewan Menjerit

2 Desember 2022 10:45
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi unta Foto: REUTERS/Faisal Al Nasser
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unta Foto: REUTERS/Faisal Al Nasser
ADVERTISEMENT
Sejak Piala Dunia 2022 dimulai 20 November lalu, Qatar kebanjiran turis mancanegara begitu banyak. Diwartakan Fox News jumlah pengunjung negara tersebut kini mencapai lebih dari 1 juta orang.
ADVERTISEMENT
Daya tarik Qatar tak hanya soal Piala Dunia, namun juga kehadiran objek wisata lain. Salah satunya wisata perjalanan menunggang unta yang kini banyak diminati.
Jumlah pengunjung yang tertarik mencoba menunggangi unta sejak Piala Dunia 2022 dihelat mengalami peningkatan pesat. Tak main-main jumlahnya kini mencapai 1000 orang per hari.
Semula jumlah peminat objek wisata ini seminggu hanya sekitar 70 orang saja. Itu pun kebanyakan turis datang di akhir pekan.
Ilustrasi unta Foto: REUTERS/Amir Cohen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unta Foto: REUTERS/Amir Cohen
Namun, kini semenjak Piala Dunia, objek wisata menunggang unta mendapatkan berkah melimpah. Menurut pengakuan Al Ali selaku penggerak wisata kini unta yang diberdayakan juga mengalami penambahan dari awalnya hanya 15 sekarang 60 ekor.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ini juga membuat para unta memiliki waktu istirahat yang minim. Sebab mereka harus terus bekerja demi memenuhi permintaan.
ADVERTISEMENT
Al Ali juga menjelaskan sebenarnya unta memiliki jam istirahat setelah lima kali perjalanan yang memakan waktu 20-30 menit. Akan tetapi kini karena permintaan membeludak, unta bahkan ada yang tak beristirahat meski sudah melakukan 40 kali perjalanan.
Hal ini menjadi perhatian Organisasi Hak Asasi Binatang (PETA) yang melihat adanya eksploitasi hewan dalam objek wisata tersebut. Menurut Manajer Hubungan Media PETA, Catie Cryar, eksploitasi hewan semacam itu harus segera dihentikan sebab ini berdampak buruk pada kesejahteraan mereka.
"Pukulan, pemukulan, cedera, dan kelelahan adalah norma di mana pun hewan dipaksa untuk mengangkut turis, apakah itu unta yang membawa orang dalam panas terik di Qatar atau Giza? Kuda yang menarik kereta melalui jalan-jalan yang macet di Kota New York? Atau keledai yang mengangkut ratusan orang dan menaiki tangga di pulau Yunani Santorini," kata Catie Cryar, dikutip dari Fox News.
Ilustrasi Unta Foto: Reuters/Naseem Zeitoon
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Unta Foto: Reuters/Naseem Zeitoon
"PETA mengingatkan para pengunjung Piala Dunia dan seluruh dunia bahwa tidak ada panti jompo bagi hewan-hewan ini, yang dikirim ke pembantaian saat mereka tak berguna, jadi cara terbaik untuk membantu mereka adalah dengan menolak untuk ditunggangi," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Qatar memang tengah moncer segi pariwisatanya, terutama usai terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia di tahun ini. Terlebih nantinya, Qatar juga bakal menggelar empat balapan F1 di 2023 sehingga para ahli memprediksi pariwisata di sana akan jauh lebih maju.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020