Bola & Sports
·
16 Juni 2020 14:13

Witan Sulaeman dan 7 Pemain Indonesia yang Pernah Debut di Eropa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Witan Sulaeman dan 7 Pemain Indonesia yang Pernah Debut di Eropa (55286)
Witan Sulaeman pemain FK Radnik Surdulica. Foto: Instagram/@witansulaiman_
Tanggal 13 Juni 2020 mungkin akan jadi tanggal yang tidak dilupakan Witan Sulaeman. Penggawa Timnas U-23 Indonesia itu akhirnya menjalani debut bersama Radnik Surdulica di kompetisi Eropa.
ADVERTISEMENT
Pada laga pekan 29 SuperLiga Serbia lawan Radnicki Nis, Witan diturunkan oleh pelatih Simo Krunic pada menit 6 menggantikan Bogdan Stamenkovic. Ini adalah debut Witan buat Radnik setelah didatangkan pada Februari lalu.
Witan tampil selama 25 menit di laga itu dan banyak beroperasi di sisi kanan. Sayangnya, Witan gagal membawa timnya pada kemenangan. Radnik kalah 2-4 dari Radnicki. Hasil ini membuat mereka tertahan di peringkat 12 SuperLiga Serbia.
Terlepas dari hasil yang diraih timnya, debut ini menjadi tonggak awal bagi karier Witan di Eropa. Selain Witan, ada beberapa pemain asal Indonesia lain yang juga pernah menjalani debut bersama tim senior di kompetisi Eropa. Siapakah mereka?
Witan Sulaeman dan 7 Pemain Indonesia yang Pernah Debut di Eropa (55287)
Witan Sulaeman pemain FK Radnik Surdulica. Foto: Instagram/@witansulaiman_

Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk)

Egy Maulana Vikri jadi salah satu pemain Indonesia yang menarik perhatian pada Juni 2018. Sempat diisukan akan membela Benfica, pemain asal Asam Kumbang itu memutuskan untuk membela klub asal Polandia, Lechia Gdansk.
ADVERTISEMENT
Perjuangan Egy di Lechia terbilang berat. Sebelum menjalani debut, ia sempat tampil lebih dulu di tim Lechia II. Tujuannya, agar Egy dapat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Polandia.
Pada Desember 2018, Egy akhirnya mencatatkan debut bersama tim senior Lechia di kompetisi Eropa. Pada pekan 20 Ekstraklasa 2018/19 menghadapi Gornik Zabrze, Egy tampil pada menit 82, menggantikan Lukas Haraslin.
Dibandingkan Witan yang tampil selama 25 menit, Egy cuma diberikan waktu delapan menit untuk unjuk gigi. Namun, beda dengan Witan, ketika itu Lechia menang dengan skor 4-0. Setidaknya, debut Egy berakhir lebih manis ketimbang Witan.

Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, dan Yandi Sofyan (CS Vise)

Syamsir Alam juga jadi satu dari sekian banyak pemain yang pernah menjalani debut di Eropa. Kesempatan itu didapatkan Syamsir saat ia membela CS Vise.
ADVERTISEMENT
Tercatat, Syamsir membela Vise sejak 2011 hingga 2013. Debutnya bersama tim senior Vise terjadi pada musim 2011/12. Ketika itu, Vise menghadapi Royal Antwerp dalam pekan 20 Proximus League (Divisi Dua Liga Belgia).
Syamsir mendapatkan menit tampil yang lebih banyak dibandingkan Egy dan Witan, yakni 65 menit. Sayangnya, selama 65 menit tersebut, Syamsir yang ditempatkan sebagai penyerang gagal menyumbang gol. Alhasil, Vise kalah 1-3.
Video
Sama seperti Syamsir, Alfin Tuasalamony dan Manahati Lestusen juga pernah merasakan debut di kompetisi Eropa. Klub tempat keduanya menjalani debut juga sama seperti Syamsir, yakni Vise.
Alfin mendapatkan debut bersama tim senior Vise pada laga pekan kedua Proximus League 2011/12. Ketika itu, Alfin tampil selama 90 menit penuh dan berkontribusi terhadap kemenangan Vise atas Sint-Niklaas dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Serupa dengan Alfin, Manahati juga pernah menjalani debut bersama tim senior Vise di kompetisi Eropa. Bedanya, Manahati mendapatkan debut pada pekan 33 Proximus League 2012/13.
Ketika itu, Vise menghadapi KSK Heist. Manahati yang diturunkan sebagai gelandang bertahan tampil sebanyak 85 menit. Sayangnya, debut ini tidak berakhir manis karena Vise kalah 1-3 dari Heist.
Video
Yandi Sofyan juga pernah menjalani debut bersama tim senior Vise pada pekan kedua ajang Proximus League 2011/12. Ketika itu, Yandi turun bersama dengan Alfin di laga lawan Sint-Niklaas.
Sayangnya, meski tampil selama 57 menit sebagai penyerang tengah, Yandi gagal menyumbang gol buat Vise saat itu. Akan tetapi, Vise tetap mampu meraih kemenangan dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Jika Syamsir membela Vise sampai 2013, Alfin, Manahati, dan Yandi dikontrak oleh Vise sampai 2014. Tak lama kemudian, pada Oktober 2014, Vise mengalami kebangkrutan akibat kondisi finansial yang memburuk.

Kurniawan Dwi Yulianto (FC Luzern)

Berkat penampilan apik bersama tim PSSI Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto mendapat kesempatan untuk mentas di Eropa. Sempat bermain di tim Primavera Sampdoria, ia sukses mengecap karier senior di Eropa bersama FC Luzern.
Debut Kurniawan bersama Luzern terjadi pada 26 Februari 1995 silam dalam laga pekan 23 Liga Utama Swiss. Ketika itu, Luzern menghadapi Grasshopper. Tampil sebanyak 24 menit, Kurniawan tidak mampu menyelamatkan Luzern dari kekalahan.
Namun, pada laga pekan 27, Kurniawan tampil apik. Menghadapi klub elite Swiss, FC Basel, ia mampu menyumbang satu gol dan berkontribusi atas kemenangan Luzern dengan skor 2-1 atas Basel. Ia mentas cukup lama di laga itu, yakni sebanyak 87 menit.
ADVERTISEMENT
Pada 1999, Kurniawan memutuskan pulang ke Indonesia dan membela Pelita Jaya (ketika itu bernama Pelita Bakrie). Setelah itu, ia lebih banyak berkarier di Indonesia hingga pensiun.

Arthur Irawan (Waasland-Beveren)

Nama Arthur Irawan pernah menarik perhatian dunia sepak bola nasional. Dulu, ia sempat dapat kesempatan bermain di Espanyol B dan Malaga U-19. Ia juga sempat menjalani trial di Manchester United.
Namun, debut Arthur di kompetisi Eropa terjadi saat ia membela Waasland-Beveren, 5 September 2015. Kala itu, Waasland-Beveren menghadapi KV Machelen di ajang Jupiler Pro League, kompetisi sepak bola level tertinggi di Belgia.
Tampil selama 16 menit, Arthur tidak mampu berbuat banyak. Waasland-Beveren kalah 1-2 di laga itu. Selepas dari Waasland, Arthur sempat tidak memiliki klub, sebelum akhirnya Persija Jakarta merekrutnya pada 2017.
ADVERTISEMENT
Sampai kini, Arthur lebih banyak berkarier di Indnonesia. Persebaya, Borneo FC, dan Badak Lampung adalah klub yang pernah ia bela. Di ajang Liga 1 2020, Arthur membela PSS Sleman.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!