Witan Sulaeman Ngaku Pernah Marah saat Dipaksa Main Tanpa Digaji oleh FK Senica

13 September 2022 14:12
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Witan Sulaeman di FK Senica. Foto: Instagram/@fk_senica
zoom-in-whitePerbesar
Witan Sulaeman di FK Senica. Foto: Instagram/@fk_senica
ADVERTISEMENT
Winger Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, membagikan kisah tak menyenangkan yang dialaminya saat berkiprah di Eropa. Pemain 20 tahun itu mengaku pernah dipaksa bermain tanpa digaji saat membela klub Slowakia, FK Senica.
ADVERTISEMENT
Witan Sulaeman sempat membela FK Senica pada Januari hingga April 2022 lalu. Ia datang ke Liga Slowakia dengan status pinjaman dari klub Polandia, Lechia Gdansk.
Namun, pada periode tersebut, FK Senica mengalami krisis keuangan yang cukup parah. Imbasnya, klub yang berbasis di Kota Senica itu tak bisa membayar gaji para pemainnya, termasuk dua penggawa asal Indonesia, Witan dan Egy Maulana Vikri.
Dalam sesi wawancara dengan media Slovakia, Tvnoniny.sk, Witan menceritakan pengalaman buruknya tersebut. Dirinya mengaku sempat marah karena dipaksa bermain tanpa digaji oleh FK Senica.
Witan Sulaeman membela FK Senica saat melawan Slovan Bratislava. Foto: Instagram/@fk_senica
zoom-in-whitePerbesar
Witan Sulaeman membela FK Senica saat melawan Slovan Bratislava. Foto: Instagram/@fk_senica
"Seseorang mempelajari sesuatu yang baru setiap hari. Sejak kami tak digaji, tentu kami membicarakan itu dalam tim. Manajemen menekankan kepada kami bahwa kami harus melanjutkan permainan di Liga dan Piala Slowakia, dan bermain 100 persen," tutur Witan, dikutip dari Tvnoniny.sk.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Itu cukup menantang. Kami semua marah, tetapi kami tahu harus tetap bermain. Namun, tanpa uang, itu adalah perjuangan besar untuk memberikan segalanya setiap hari," lanjut jebolan akademi SKO Ragunan tersebut.
"Saya akui bahwa terkadang saya marah, tetapi saya mencoba untuk menerimanya dengan tenang. Pertama-tama, ini adalah pengalaman yang berharga. Inilah kehidupan," tambahnya.
Kendati demikian, Witan Sulaeman mengaku tetap profesional menghadapi situasi tersebut. Ia pun bersyukur karena diberi banyak menit bermain di FK Senica.
"Itu sudah masa lalu. Saya benar-benar bersyukur bahwa para petinggi di sana memberi saya kesempatan untuk muncul dan bermain. Saya tidak suka berbicara tentang uang, tapi tentang pengalaman," tandasnya.
Witan Sulaeman (kiri) saat membela AS Trencin. Foto: Dok AS Trencin
zoom-in-whitePerbesar
Witan Sulaeman (kiri) saat membela AS Trencin. Foto: Dok AS Trencin
Selama berseragam FK Senica, Witan memang cukup banyak mendapat menit bermain dibanding saat di Lechia Gdansk. Transfermarkt mencatat pemain kelahiran Palu itu tampil selama 877 menit dalam 12 laga di lintas ajang. Witan juga membukukan 4 gol dan 1 assist.
ADVERTISEMENT
Setelah masa peminjamannya berakhir, Witan kembali ke klub asalnya, Lechia Gdansk jelang musim 2021/22 tuntas. Kini, di musim 2022/23, Witan kembali ke Liga Slovakia dan bergabung dengan AS Trencin.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020