Wojciech Szczesny Kritik Gaya Main Barcelona: Terlalu Menyerang
·waktu baca 2 menit

Wojciech Szczesny mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap gaya bermain menyerang total yang dibawa Hansi Flick di Barcelona. Meski tim tampil gemilang dengan raihan treble domestik, penjaga gawang berusia 35 tahun itu mengaku tidak sesuai dengan filosofi permainan yang terlalu ofensif.
Dalam sesi wawancara bersama kanal YouTube asal Polandia, Foot Truck, Szczesny mengungkapkan sistem tersebut memberikan beban tersendiri kepada kiper, khususnya dengan penerapan garis pertahanan yang sangat tinggi. Kiper asal Polandia tersebut merasakan bahwa gaya permainan tersebut memaksanya untuk bekerja lebih keras lagi, sesuatu yang tak lagi ideal di usianya sekarang.
“Untuk para penggemar, gaya main Barcelona memang spektakuler dan berhasil memukau banyak orang, tapi bukan itu cara bermain yang saya nikmati. Bahkan keberhasilan ini tak mengubah pandangan saya dengan metode ini," ujar Szczesny.
Barcelona menguasai kompetisi domestik musim lalu dengan menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, kerentanan lini belakang mereka tampak rapuh saat kebobolan tujuh gol dari Inter Milan di semifinal Liga Champions.
Szczesny menyoroti minimnya fleksibilitas taktik sebagai masalah utama. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu berharap tim bisa menyesuaikan gaya bermain sesuai dengan situasi pertandingan.
"Tim seharusnya lebih peka terhadap risiko dan tidak kaku dengan satu strategi sepanjang laga," terangnya.
Kiper asal Polandia itu menegaskan, pandangannya bukan bentuk kritik, melainkan opini pribadi yang lahir dari pengalamannya yang merasakan tekanan dalam sistem Flick.
Meski baru memperpanjang kontrak hingga 2027, peran Szczesny diperkirakan bakal terbatas musim depan. Sebab, Barcelona sudah merekrut Joan Garcia sebagai penjaga gawang utama sementara Ter Stegen masih dalam masa pemulihan.
Flick tampaknya harus mengevaluasi pendekatan taktisnya apabila kelemahan di sektor pertahanan kembali terlihat musim ini. Dengan target ambisius meraih empat gelar—La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan terutama Liga Champions—Barcelona dituntut tampil lebih seimbang, tidak hanya tajam di lini depan, tetapi juga solid dalam bertahan.
Reporter: Kevin Siadari
