Kumparan Logo

Zubimendi Ungkap Alasan Tolak Liverpool & Harapan Besarnya di Arsenal

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Spanyol Martin Zubimendi berebut bola pemain Serbia Luka Jovic pada UEFA Nation League di Stadion Nuevo Arcangel, Cordoba, Rabu (15/10/2024). Foto: CRISTINA QUICLER/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Spanyol Martin Zubimendi berebut bola pemain Serbia Luka Jovic pada UEFA Nation League di Stadion Nuevo Arcangel, Cordoba, Rabu (15/10/2024). Foto: CRISTINA QUICLER/AFP

Martin Zubimendi mengungkapkan alasan dirinya menolak tawaran Liverpool pada musim panas lalu. Ia menilai, saat itu bukan momen yang tepat untuk meninggalkan Real Sociedad. Dan kini, ia malah memutuskan bergabung dengan Arsenal.

Pemain berusia 26 tahun tersebut menyelesaikan kepindahannya yang senilai USD 67 juta (Rp 1 triliun) ke Arsenal awal Juli ini. Di Arsenal, ia akan bereuni dengan Mikel Merino yang lebih dulu diboyong dari Real Sociedad pada 2024.

Sebelumnya, Liverpool sempat menggelar pembicaraan lanjutan dengan pihak Sociedad terkait transfer Zubimendi. Namun, gelandang Timnas Spanyol itu memilih bertahan selama semusim lagi di klub lamanya. Berbicara untuk pertama kalinya dalam tur pramusim Arsenal di Singapura, Zubimendi menjelaskan situasi yang ia hadapi.

“Itu bukan waktu yang mudah bagi saya karena saya ingin tetap di Real, tetapi ketika tawaran datang, Anda mulai memikirkan pilihan Anda,” ujar Zubimendi kepada wartawan saat tur pramusim Arsenal ke Singapura, dikutip dari ESPN.

Pemain Belanda Jeremie Frimpong berebut bola dengan pemain Spanyol Martin Zubimendi dalam pertandingan leg pertama UEFA Nations League di stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda, Kamis (20/3/2025). Foto: Nicolas Tucat/AFP

“Pertanyaan pertama yang harus saya jawab adalah apakah saya ingin meninggalkan Real Sociedad, dan saat itu bukan waktu yang tepat. Saya merasa Sociedad menawarkan lebih banyak kesempatan dan saya masih perlu banyak belajar, jadi bertahan adalah keputusan terbaik saat itu,” tambahnya.

Martin Zubimendi juga memuji pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Menurutnya, pelatih yang satu tempat kelahiran dengannya itu, yakni di San Sebastian, memiliki pengaruh besar dalam keputusannya.

“Saya tidak tahu apa yang dia lihat dalam diri saya, tetapi saya melihatnya sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa. Pada akhirnya, saya menginginkan pelatih yang berkualitas ketika saya meninggalkan Sociedad,” ucapnya.

“Saya rasa saya sudah menemukannya. Selama beberapa hari di sini, aku melihat betapa telitinya dia dalam setiap aspek permainan, jadi saya rasa dialah orangnya,” tambahnya.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta menyampaikan intruksi kepada anak asuhannya pada pertandingan semi final Liga Champions Eropa di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Rabu (16/4/2025). Foto: Pierre-Philippe Marcou/AFP

Arsenal terakhir kali meraih trofi pada 2020 yakni Piala FA dan Community Shielad. Musim lalu, mereka tersingkir di semifinal Liga Champions setelah kalah dari Paris Saint-Germain. Zubimendi menilai kegagalan tersebut memberi pelajaran penting bagi tim.

“Pada akhirnya, saya percaya sepak bola bergantung pada detail, terutama di Liga Champions. Saya rasa Arsenal adalah satu-satunya tim yang benar-benar mampu melawan PSG, dan mereka kecolongan karena detail-detail kecil. Musim ini panjang, dan cedera memainkan peran penting, jadi semakin sedikit pemain yang cedera, semakin baik,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai perannya di skuad baru, Zubimendi menegaskan ambisinya. Pemain asal Spanyol itu berharap dapat menjadi pembeda dengan The Gunners.

“Saya harap begitu. Hal terpenting bagi klub ini adalah mereka belajar dari musim-musim sebelumnya. Saya pikir pelajaran yang mereka petik dari akhir musim lalu akan menjadi kunci untuk semakin mendekati target tahun ini,” ucapnya.

Musim lalu, Zubimendi tampil apik bersama Real Sociedad. Gelandang Timnas Spanyol itu tampil dalam 48 pertandingan dengan dua gol dan dua assist di Liga Spanyol.