Sejauh Apa Sepak Bola Indonesia Tertinggal dari Jepang?

7 Juni 2024 13:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Timnas Wanita Jepang pada laga persahabatan melawan Selandia Baru di stadion Nueva Condomina, Murcia pada 31 Mei 2024. Foto: JOSE JORDAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Wanita Jepang pada laga persahabatan melawan Selandia Baru di stadion Nueva Condomina, Murcia pada 31 Mei 2024. Foto: JOSE JORDAN / AFP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berbicara sepak bola wanita, Jepang bisa dibilang salah satu kiblat terbaiknya di dataran Asia. Gelar juara Piala Dunia Wanita 2011 adalah salah satu bukti kedigdayaan mereka.
ADVERTISEMENT
Jepang juga punya kompetisi sepak bola wanita yang terstruktur di negaranya. Mereka punya empat divisi kompetisi mulai dari WE League (Divisi 1) hingga Regional Leagues (Divisi 4&5), lalu ada juga turnamen seperti Empress's Cup dan WE League Cup. Lengkap.
Saat ini, ada dua pesepak bola wanita Indonesia yang bergabung dengan klub wanita Jepang. Mereka ialah Zahra Muzdalifah (Cerezo Osaka) dan Helsya Maeisyaroh (FC Ryukyu).
kumparanBOLANITA berkesempatan menemui Zahra Muzdalifah secara langsung pada Selasa (4/6) kemarin. Kami bertanya banyak soal pengalamannya berlaga di Jepang dan sejauh apa level sepak bola wanita di Jepang jika dibandingkan dengan Indonesia.
Striker Timnas Wanita Indonesia, Zahra Muzdalifah, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Foto: Antika Fahira/kumparanBOLANITA
Menurut Zahra, Indonesia bisa dibilang tertinggal jauh dalam hal sepak bola wanita jika dikomparasikan dengan Jepang. Meski secara skill Indonesia masih bisa bersaing, tapi Zahra bilang ada tiga aspek penting yang membuat Indonesia kalah kelas dibanding Jepang.
ADVERTISEMENT
"Mungkin dari skill kita gak beda jauh lah karena kita juga ada futsal, jadi kalau skill bisa didapetin di futsal. Tapi dari cara pintar bermainnya, dari mental tandingnya, terus dari fisiknya, kita jauh banget tertinggal," sambungnya.
Lebih lanjut, pemain-pemain di Jepang juga dituntut untuk bisa mengoptimalkan waktu saat di lapangan. Ketika ada peluang sekecil apapun, dalam sepersekian detik pemain harus bisa memanfaatkan kesempatan seperti itu.
Zahra pun lantas membandingkan dengan pengalamannya saat bermain di Indonesia. Di Indonesia, intensitas permainan belum bisa menyamai tim-tim di Jepang. Hal itu juga yang menjadi pembeda antara Jepang dengan Indonesia dalam sepak bola wanita.
"Sedangkan yang aku dapatkan waktu bermain Jepang itu benar benar waktu tuh mahal banget jadi kalo bisa diluangkan satu sekian detik itu tuh bener bener important banget. Lawan lengah sedikit kita manfaatkan celah itu," kata Zahra.
ADVERTISEMENT
"Sedangkan kalo di sini kita masih kayak slow-slow jadi kayak dapat moment aja baru hantam. Sedangkan kalau di sana tuh setiap detik tuh momen, jadi nggak bisa di sia-siain gitu loh," lanjut penyerang Timnas Wanita Indonesia itu.
Zahra Muzdalifah. Foto: Instagram/@zahmuz12

Jepang Punya Liga, Indonesia Tidak

Lantas, apa yang membuat Jepang bisa sehebat itu dalam sepak bola wanita? Zahra menjawab: liga.
Kehadiran kompetisi, menurut Zahra, membuat setiap tim yang bersaing jadi punya target. Dengan adanya target, maka semua tim akan makin kompetitif dalam kompetisi domestiknya.
Level kompetitif yang tinggi tentu akan memicu setiap pemain untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Jika ditempa setiap hari, tentu pemain bakal mencapai peak performance dalam bermain sepak bola.
"Sedangkan kalau di Indonesia tidak ada kompetisi jadi latihannya yaudah cuma seperti kayak jaga kondisi dan dari latihannya juga beda karena disana kan lu profesional dan Jepang kelasnya udah kelas tinggi jadi high intensity tuh bener-bener udah makanan tiap hari," tutur Zahra.
ADVERTISEMENT
"Cara main cepat, cara main pintar, itu juga udah makanan tiap hari di Jepang. Sedangkan kalo di Indonesia temponya masih rendah dan juga bisa dibilang gak terlalu high intense lah gak dalam latihan di Indonesia," pungkas Zahra Muzdalifah.
Perjuangan Zahra untuk bisa bergabung di klub Divisi 1 Jepang juga terbilang tak mudah. Sebelum itu, ia sempat bermain di South Shield, Inggris pada musim 2022/23.
Setelahnya, Zahra menjalani trial selama tiga bulan di Cerezo Osaka. Lalu, pada awal Juli 2023 lalu Zahra diikat kontrak oleh Cerezo Osaka Yanmar Ladies selama satu tahun.