10 Makanan yang Perlu Kamu Hindari Saat Berdonasi Bahan Pangan

Makanan menjadi salah satu bahan yang paling sering didonasikan, terutama di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini. Kamu bisa mulai berdonasi dengan menyumbang ke organisasi amal khusus makanan (food bank) atau memberikan langsung kepada mereka yang membutuhkan. Kamu juga dapat menitipkan makanan tersebut ke komunitas atau relawan yang bertugas menangani kelaparan.
Namun, sebelum mencari-cari bahan makanan di rak rumah, ada beberapa bahan pangan yang sebaiknya tidak kamu berikan saat melakukan donasi. Mengutip Delish, Feeding America mengungkapkan beberapa makanan yang merupakan pilihan aman untuk disumbang; seperti sup kalengan, kacang-kacangan, dan pasta.
Pastikan bahan pangan yang hendak kamu sumbangkan masih layak konsumsi —bukan sesuatu yang penyok, rusak, apalagi kedaluwarsa. Maka itu, agar tak bingung, berikut 10 hal dan kondisi makanan yang perlu kamu hindari saat menyumbang makanan ke organisasi amal.
1. Makanan sisa
Selezat apa pun masakan kamu, ada baiknya menyimpan makanan sisa di lemari es dan diberikan ke orang-orang terdekat saja, daripada organisasi amal. Lagipula, untuk masalah keamanan, banyak organisasi amal yang tidak menerima makanan sisa.
2. Produk kemasan yang terbuka
Produk kemasan yang sudah sebagian digunakan atau terbuka, biasanya akan disingkirkan oleh staf dan relawan sebelum didistribusikan. Jadi, sumbanglah barang yang baru dibeli, atau pastikan untuk mengecek keadaan barang yang akan kamu berikan.
3. Makanan kedaluwarsa
Produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa dinilai kurang bagus dan segar oleh organisasi amal. Jika kamu berpikir bahan makanan tersebut masih sangat bagus, maka lebih baik mengolahnya sendiri di rumah daripada berisiko dibuang.
4. Makanan buatan sendiri
Meskipun tampak sebagai ide yang baik untuk membuat kue atau roti rumahan, beberapa organisasi amal tidak dapat menerima barang yang tidak dikemas dengan benar —tanpa label kedaluwarsa, dan keterangan kandungan gizi. Mungkin kamu bisa memberikan roti atau kue secara langsung ke orang-orang yang membutuhkan.
5. Makanan kaleng yang penyok
Kaleng-kaleng makanan yang penyok, berkarat, atau memiliki tanda-tanda kerusakan lain perlu dihindari. Periksa kaleng makanan sebelum menyumbangkannya, bisa jadi makanan di dalamnya ikut rusak akibat kondisi kaleng tersebut.
6. Makanan dingin
Periksa bahan makanan sebelum kamu menyumbangkan barang-barang seperti produk segar dan daging —yang perlu didinginkan. Tergantung pada sumber daya dan fasilitas, beberapa organisasi mungkin menerima makanan tersebut, dan sebagian tidak punya ruang untuk menyimpan makanan itu.
7. Makanan curah
Beras, tepung, dan gula dalam jumlah besar memang efektif untuk memberi makan banyak orang, tetapi ada saja organisasi amal yang tidak memiliki sumber daya untuk mengemas ulang makanan tersebut —yang diperlukan untuk mendistribusikan makanan ke banyak keluarga. Pilih makanan dalam kemasan yang cocok untuk keluarga.
8. Produk olahan susu
Sebenarnya, dengan kemasan dan cara penyimpanan yang benar, kamu masih dapat menyumbang barang-barang seperti keju, mentega, dan susu. Tetapi sebagai alternatifnya, gunakan susu bubuk —karena dapat disimpan lebih lama daripada susu cair yang butuh disimpan dalam lemari pendingin.
9. Makanan dengan toples kaca
Hindarilah bahan makanan dalam toples kaca seperti buah, saus, acar, dan lain-lain. Selain mudah pecah dan berisiko saat proses pengiriman, beberapa organisasi amal seringkali tidak dapat mendistribusikannya karena alasan keamanan.
10. Permen
Bukan sebuah larangan, tetapi lebih baik hindari untuk menyumbangkan camilan ini dalam jumlah banyak. Beberapa organisasi amal juga mengatakan hal tersebut agar keluarga yang membutuhkan memiliki banyak pilihan makanan bergizi untuk dibawa pulang; daripada makanan tinggi gula seperti permen.
Reporter: Natashia Loi
