10 Nama Bungkus Makanan Khas Indonesia dari Daun Pisang, Unik!

28 September 2022 14:24
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan khas Indonesia dengan bungkus daun. Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan khas Indonesia dengan bungkus daun. Foto: dok.Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sering terlihat, bahkan digunakan, tetapi sebagian dari kamu mungkin tidak menyadari kalau setiap bungkus makanan dari daun pisang ternyata punya namanya sendiri, lho. Ya, membungkus makanan menggunakan daun pisang memang telah menjadi kebiasaan dari zaman dahulu.
ADVERTISEMENT
Hal ini cukup masuk akal, mengutip Food NDTV, membungkus makanan menggunakan daun pisang mempunyai berbagai manfaat; seperti ramah lingkungan, higienis, dan kaya akan antioksidan yang berguna bagi tubuh kamu.
Oleh karena itu, kumparanFOOD telah merangkum sepuluh nama bungkus makanan dari daun pisang yang mempunyai bentuk unik dan khas dengan sajian Indonesia. Penasaran? Yuk, simak di bawah, ya!

1. Pincuk

Ilustrasi pincuk daun pisang. Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pincuk daun pisang. Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan
Pincuk, model satu ini mungkin sudah familiar di telinga kamu. Ya, hal ini karena pincuk sering digunakan untuk membungkus aneka nasi dengan lauknya; seperti nasi uduk, pecel, nasi jagung, dan makanan lain.
Pincuk dibuat dari daun pisang yang berbentuk persegi, kemudian dilipat hingga menyerupai segitiga. Setelah itu, kamu bisa menyematkan sebuah lidi pada ujungnya agar bentuk bungkusan tersebut tidak berubah ketika diisi dengan makanan.
ADVERTISEMENT

2. Tum

Ilustrasi bungkus makanan tum. Foto: Ketut Mahendri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bungkus makanan tum. Foto: Ketut Mahendri/Shutterstock
Kamu cukup melipat sisi kanan dan kiri dari selembar daun pisang, serta menyematkan lidi di tengahnya, dan jadilah bungkusan tum. Secara umum, tum digunakan untuk membungkus makanan khas seperti botok, gadon daging, dan pepes, atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan pais.

3. Sumpil

Ilustrasi bakcang atau bacang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bakcang atau bacang. Foto: Shutter Stock
Kamu pernah makan bacang, nagasari, atau kue lopis? Itu artinya kamu tidak akan asing lagi dengan bungkus daun pisang bernama sumpil. Berbentuk segitiga dengan ujung bawahnya dilipat ke dalam, menjadi salah satu ciri khas dari sumpil. Namun, belakangan juga ditemukan bahwa ujung bawah pada sumpil, mulai disematkan lidi agar lebih kuat untuk mempertahankan bentuknya.

4. Tempelang

Ilustrasi bungkus tempelang Foto: Safira Maharani/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bungkus tempelang Foto: Safira Maharani/ kumparan
Bungkusan paling simpel dan tidak sulit, baik itu untuk dibuat maupun dibuka, yaitu tempelang. Ya, kamu cukup meletakkan makanan di tengah daun pisang, kemudian lipat sisi kanan dan kiri sebagai tahap akhir. Tanpa perlu lidi dan staples, tempelang sudah siap untuk membungkus berbagai makanan, seperti ketan urap, tiwul, dan nasi kucing.
ADVERTISEMENT

5. Sami

Ilustrasi daun pisang berbentuk sami. Foto: Dok: Eka Situmorang
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daun pisang berbentuk sami. Foto: Dok: Eka Situmorang
Jika kamu pikir tempelang merupakan bungkus makanan dari daun pisang yang paling mudah untuk dibuat, maka itu keliru, ya. Ternyata, masih ada bungkus yang paling mudah, yaitu sami atau samir. Kamu hanya perlu menggunting daun pisang berbentuk lingkaran atau menyesuaikan wadah; dan tinggal meletakkan makanan di atasnya. Mudah sekali, bukan?
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

6. Pasung

Ilustrasi Ilustrasi kue pasung. Foto: Dolly MJ/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ilustrasi kue pasung. Foto: Dolly MJ/Shutterstock
Pasung merupakan bungkus makanan berbentuk kerucut memanjang. Kamu cukup menggunting daun pisang menjadi bentuk lingkaran, kemudian digulung hingga tampak seperti kerucut. Biasanya, bentuk ini diisi dengan adonan tepung beras, santan, dan gula merah hingga menjadi kue pasung.

7. Takir

Ilustrasi bungkus takir dari daun pisang Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bungkus takir dari daun pisang Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Mempunyai bentuk kotak kokoh dengan lidi atau staples di bagian kiri dan kanan, membuat takir menjadi bungkus yang cocok untuk makanan yang sedikit basah. Makanan seperti kolak, nasi uduk, dan kue tradisional lainnya cukup sering dijumpai dalam bungkus makanan takir.
ADVERTISEMENT

8. Sudi

Ilustrasi bungkus cenil dengan daun pisang bernama sudi. Foto: Ariyani Tedjo/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bungkus cenil dengan daun pisang bernama sudi. Foto: Ariyani Tedjo/Shutterstock
Jika berbagai bentuk sebelumnya masih terlihat mudah untuk dibuat, maka bungkusan yang satu ini mungkin akan membuat kamu sedikit kesusahan. Ya, sudi adalah bungkus makanan dari daun pisang yang unik karena berbentuk seperti lingkaran, tetapi dengan kerucut di tengahnya.
Namun, meskipun cukup sulit, tetapi bentuk ini sudah cukup terkenal untuk membungkus makanan yang berukuran kecil; seperti klepon, cenil, dan lain sebagainya.

9. Lemper

Ilustrasi lemper. Foto: Ika Rahma H/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lemper. Foto: Ika Rahma H/Shutterstock
Tahukah kamu bahwa lemper bukan hanya nama makanannya saja?Melainkan juga termasuk nama dari bentuk daun pisang yang membungkusnya.
Ya, meskipun sekilas terlihat seperti lontong, tetapi cara membungkus lemper berbeda, lho. Biasanya bungkusan ini digunakan untuk membungkus makanan seperti lemper dan arem-arem.

10. Lontong

Ilustrasi lontong Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lontong Foto: dok.Shutterstock
Terakhir, bungkus makanan dari daun pisang yang juga telah umum digunakan masyarakat, yaitu lontong; dibuat dengan menggulung daun pisang terlebih dahulu, kemudian menyematkan lidi di salah satu ujungnya. Setelah itu, kamu cukup memasukkan beras ke dalamnya dan menutup ujung lainnya menggunakan lidi kembali.
ADVERTISEMENT
Nah, itulah sepuluh nama bungkus makanan dari daun pisang, unik dan menarik, bukan? Kalau kamu sendiri paling sering melihat yang mana, ya?
Penulis: Riad Nur Hikmah
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020