272 Warga Eropa Terinfeksi Wabah Salmonella yang Diduga Berasal dari Telur
·waktu baca 2 menit

Tidak hanya pandemi COVID-19 yang menyebar, wabah salmonella pun menginfeksi hampir 300 warga di negara Uni Eropa. Bakteri yang memang sering hidup dalam makhluk hidup ini, dapat memancing penyakit berbahaya hingga keracunan makanan.
Menurut website resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), pada 11 Januari 2022 telah ditemukan 272 kasus infeksi Salmonella Enteritidis ST11 yang terjadi di lima negara Uni Eropa. Prancis menjadi negara dengan kasus terbanyak, yakni 216.
Padahal, sebelumnya, mengutip Food Safety News, pada tahun 2021 lalu lebih dari 210 kasus wabah salmonella terjadi juga Prancis. Sementara, 22 kasus di Spanyol, 12 kasus masing-masing di Belanda dan Inggris, 7 di Norwegia, dan 3 di Denmark. Pasien terakhir ditemukan berada di Norwegia dengan tanggal pengambilan sampel pada 22 Desember 2021, menurut penilaian European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dan European Food Safety Authority (EFSA).
ECDC melaporkan wabah ini terkontaminasi dari telur. Wabah pada tahun 2021 ini terjadi antar lintas negara dan berkaitan dengan mikrobiologis, seperti yang dilaporkan oleh Belanda pada 2019. Telur yang dikonsumsi seperti dalam kasus-kasus wabah di Belanda ditelusuri kembali ke peternakan Spanyol, tetapi tidak mungkin untuk mengidentifikasi hubungan epidemiologis dengan wabah 2021.
Hal ini menunjukkan distribusi luas wabah yang dapat memengaruhi rantai pasokan makanan. Food Safety News juga melaporkan, pasien yang terkena infeksi tercatat dari umur kurang dari 1 tahun hingga 93 tahun. Dua orang laki-laki berusia 66 tahun dan berusia 58 tahun di Prancis juga telah meninggal.
Beberapa pasien di Prancis yang pernah makan di restoran dan menyajikan telur yang didistribusikan oleh pemasok umum, di mana tempat ini berpusat di Spanyol. Telur berasal dari tiga peternakan Spanyol dan satu dinyatakan positif terkena wabah salmonella, yang ditemukan pada akhir Juli 2021. Bakteri Salmonella Enteritidis juga terdeteksi dalam sampel tinja dari kawanan peternakan Spanyol lainnya pada September 2021.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), bakteri salmonella dapat menyebabkan demam, diare, dan sakit perut yang berlebihan. Lebih buruknya lagi, bakteri ini dapat menyebabkan pasiennya keracunan makanan, sesak, hingga meninggal dunia.
Penulis: Ade Naura Intania
