Kumparan Logo

5 Hal yang Perlu Diperhatikan agar Menyimpan Sayur dan Buah Lebih Lama

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apel di Kulkas (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Apel di Kulkas (Foto: Thinkstock)

Buah dan sayur adalah dua jenis makanan yang paling sering digunakan untuk memasak atau dimakan langsung. Oleh karena itu, tidak heran kalau kita sering membeli buah dan sayur, kemudian menyimpannya untuk dimakan sewaktu-waktu.

Sayangnya, salah cara penyimpanan bisa membuat buah dan sayur jadi cepat rusak. Idealnya ada tiga jenis pengelompokkan pangan; yaitu pangan mudah rusak (perishable foods), pangan kurang mudah rusak (semi perishable foods), dan pangan tidak mudah rusak (nonperishable foods). Sayuran masuk ke dalam pangan mudah rusak, sementara sebagian dari buah masuk ke pangan kurang mudah rusak.

"Ada banyak penyebab kerusakan pangan itu sendiri; pertumbuhan mikroba, aktivitas enzim, infestasi serangga, pengaruh lingkungan, dan perlakuan fisik," jelas Prof. Dr. Nuri Andarwulan, Professor in Food Chemistry Dept Food Science & Tech di Institut Pertanian Bogor pada acara Brunch with Nestlé Indonesia: Don't Let Good Food Go Bad (19/12).

1. Simpan buah dan sayur di rak tertutup

Organisir kulkas dengan baik. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Organisir kulkas dengan baik. (Foto: Thinkstock)

Buah matang dan sayur harus disimpan dalam rak tertutup di kulkas. Pasalnya, suhu di rak tertutup ini tidak terlalu dingin, berikisar antara delapan hingga sepuluh derajat Celcius. Suhu ini bisa membuat sayur dan buah tahan tujuh hingga 14 hari.

2. Gunakan freezer untuk waktu penyimpanan lama

Simpan stroberi di kulkas (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Simpan stroberi di kulkas (Foto: Shutter Stock)

Buah yang disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga satu tahun. Sementara itu, sayuran bisa bertahan hingga enam bulan.

3. Pisahkan

Ilustrasi belanja buah (Foto: Dok. Thinstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja buah (Foto: Dok. Thinstock)

Sebaiknya, penyimpanan buah dan sayur dipisah. Hal ini mencegah perpindahan mikroba di antara keduanya.

4. Jangan masukkan umbi dan bawang ke kulkas

Ilustrasi bawang putih (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bawang putih (Foto: Shutter Stock)

Jenis umbi-umbjan seperti kentang dan bawang harus disimpan pada suhu ruang. Pastikan kamu juga meletakkan di dalam rak yang tidak banyak terpapar cahaya.

5. Biarkan sedikit batangnya

Sayur. (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Sayur. (Foto: Pexels)

Sisakan sedikit batang sayur atau buah untuk menjaga kelembapan dan kualitas keduanya. Hal ini juga bisa memperpanjang umur simpan sayur dan buah.

Ini saatnya kamu cek kembali penyimpanan sayur dan buah. Perlu diperhatikan bahwa sebaiknya kamu juga membeli sayuran sesuai kebutuhan. Jangan membeli terlalu banyak sebab nantinya kamu akan menyimpannya terlalu lama dan kemudian jadi tidak bisa kamu konsumsi.