Kumparan Logo

5 Hidangan Ini Kerap Disantap Hidup-hidup, Apa Rasanya?

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sashimi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sashimi. Foto: Shutterstock

Bagi sebagian besar orang, menyantap makanan yang masih mentah—apalagi dalam keadaan hidup-hidup adalah sesuatu yang menjijikkan. Meski demikian, tak sedikit pula yang menyukai sensasi menyantap bahan makanan (hewan, misalnya) yang masih hidup. Bahkan, di beberapa negara seperti Jepang, mengkonsumsi ikan mentah (sashimi) adalah sesuatu yang lumrah.

Bukan itu saja, beberapa pecinta kuliner menganggap bahwa daging hewan akan terasa lebih lezat saat disantap dalam keadaan masih hidup, setengah hidup, atau baru mati saat sedang diolah. Apalagi, bila hewan tersebut berontak di dalam mulut saat hendak digigit, menciptakan sebuah sensasi dan pengalaman santap tersendiri. Nah, selain ikan atau hidangan laut, rupanya masih banyak beberapa jenis hewan lain yang kerap disantap mentah—bahkan hidup-hidup, lho. Apa saja? Berikut kumparanFOOD rangkum ulasannya: 1. Sannakji

instagram embed

Merupakan hidangan dari Korea, Sannakji terdiri dari potongan tentakel gurita yang dicampur dengan minyak dan biji wijen. Uniknya, tentakel tersebut dipotong dari gurita yang masih hidup dan langsung disajikan untuk para pembeli. Saat dikunyah, tentakel yang masih hidup akan bergerak-gerak dan berontak di dalam mulut kita. Usahakan untuk benar-benar mengunyahnya, karena kemungkinan besar lingkaran penyedot pada tentakel tersebut juga masih aktif dan dapat tersangkut di tenggorokan saat hendak ditelan. 2. Casu marzu

instagram embed

Sekilas, hidangan yang satu ini memang terlihat seperti keju pada umumnya. Namun ternyata, keju dari Italia tersebut mengandung belatung. Dilansir Huffington Post, larva dari lalat keju itu berfungsi untuk membantu menghancurkan lemak dan membuat teksturnya jadi empuk. Meski beberapa orang kerap memisahkan belatung dari keju, tapi tak sedikit pula yang langsung mengkonsumsinya. Nah, saat hendak melahapnya, kita disarankan untuk menutup mata karena belatung tersebut dapat melompat ketika berusaha melarikan diri. Terdengar agak menakutkan, ya? 3. Landak laut

instagram embed

Tak hanya mengkonsumsi keju berisi larva, orang Italia ternyata juga punya kebiasaan menangkap landak laut dan langsung menyantapnya saat itu juga. Mereka akan membuka lapisan ‘kulit’ dari landak laut menggunakan alat khusus atau gunting, dan menyendoki bagian dalamnya. Dengan begitu, cita rasa yang dihasilkan pun masih sangat segar. 4. Sashimi kodok

instagram embed

Bila sashimi yang terbuat dari ikan sudah biasa, lalu bagaimana kalau hidangan tersebut menggunakan kaki kodok? Di beberapa negara bagian Timur; seperti China, Vietnam, dan Jepang, kita bisa menyantap kodok hidup yang disajikan dalam bentuk fillet—dengan jantung yang masih berdetak. Untuk membuat sajian ini, biasanya jenis kodok yang digunakan adalah kodok bullfrog yang berukuran besar dan dikembang biakkan khusus untuk dimasak. Kodok akan dibelah di atas piring dan dibersihkan isi perutnya. Beberapa bagian tubuhnya akan direbus bersama kuah, dan sisanya diiris dan disajikan sebagai sashimi. Karena cara pengolahannya yang cukup kejam, hidangan ini dicap sebagai penyiksaan terhadap binatang dan dilarang di banyak negara. 5. Salad semut

X post embed

Tak seperti salad pada umumnya yang terdiri dari campuran sayuran maupun buah-buahan, sebuah restoran di Denmark justru menggunakan semut hidup sebagai campurannya. Ya, semut hitam dimasukkan ke dalam stoples bersama daun selada dan sour cream, lalu disimpan di dalam kulkas. Suhu dingin pada kulkas tersebut akan membuat pergerakan semut menjadi lambat, sehingga tak akan kabur saat hendak disantap. Untuk cita rasanya sendiri, salad semut ini diklaim terasa seperti jahe, ketumbar, dan sereh. Meski terlihat begitu sederhana, namun sajian salad semut dibanderol seharga USD 300 atau setara dengan Rp 4,1 juta, lho! Dari sederet makanan tersebut, mana yang ingin kamu coba?