Kumparan Logo

5 Makanan Khas yang Kerap Disajikan Saat Hari Raya Waisak

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Samaneri membersihkan patung Buddha di Vihara Lalitavistara, Cilincing, Jakarta, Rabu (25/5).  Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Samaneri membersihkan patung Buddha di Vihara Lalitavistara, Cilincing, Jakarta, Rabu (25/5). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Saat hari raya Waisak rupanya di beberapa daerah masyarakatnya kerap menyuguhkan makanan khas nan unik sebagai sajian khusus. Di momen spesial bagi umat Buddha ini kerap ditemukan sajian mulai dari kudapan hingga nasi lengkap dengan lauk-pauk.

Tak jarang, kamu juga akan menemukan makanan vegetarian atau non-daging; karena memang umat Buddha didominasi oleh mereka yang tak mengonsumsi daging-dagingan. Bukan cuma itu, kamu juga bisa menemukan makanan sehat dalam deretan sajian spesial tersebut.

Nah, kira-kira apa saja, ya makanan khas yang kerap disajikan saat perayaan Waisak? Yuk, kita ulik lebih lanjut dari rangkuman informasi di bawah ini.

1. Tempoyak

Tempoyak ikan, RM Pindang Musi Rawas, Palembang Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Tempoyak jadi makanan yang paling sering disajikan saat hari raya Waisak. Sekilas, makanan ini tampak seperti pepes ikan. Namun, sejatinya tempoyak adalah sambal hasil fermentasi buah durian.

Buah durian dipilih dan difermentasi terlebih dahulu. Setelah matang, baru kemudian dicampur serta diguyur oleh kuah pedas. Biasanya, kuahnya berbahan dasar cabai juga tomat segar. Paling nikmat ketika tempoyak dimakan bersamaan dengan nasi panas. Bila banyak dari kamu yang belum pernah mencoba, mungkin agak sedikit kaget ketika merasakan sensasi asam dari kuliner tradisional ini.

2. Nasi gemuk

Sandiaga Uno mencoba nasi gemuk saat kunjungan ke Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (5/2). Foto: Kemenparekraf

Tak jauh berbeda dengan nasi uduk khas Jakarta. Di Jambi, dalam rangka menyambut hari suci Waisak, para penganut agama Buddha kerap menghidangkan nasi gemuk. Ragam lauk yang mengelilingi sepiring nasi, selalu jadi keistimewaan tersendiri dalam hidangan ini.

Biasanya, nasi gemuk diolah dari beras putih yang diberi santan, daun pandan, daun jeruk, serta daun salam. Memunculkan aroma nan wangi pada nasinya. Tidak lupa dilengkapi dengan telur rebus, kacang tanah goreng, bawang goreng, dan sambal.

3. Kue burgo

embed from external kumparan

Belum lengkap bila tak makan kue burgo khas Jambi sebagai kudapannya. Walau dinamakan kue, tapi sejatinya makanan ini lebih mirip otak-otak gulung. Dalam seporsi kue burgo biasanya disajikan bersama telur rebus, kuah santan, dan taburan bawang goreng.

4. Nasi lesah

embed from external kumparan

Kini, beralih ke kota Magelang. Jika kamu merayakan Waisak di sana, maka sepertinya sepulang dari sembahyang kamu akan mencicipi nasi lesah. Kuliner legendaris itu sudah sangat dikenal lantaran identik dengan tampilan nasi yang direndam kuah soto kental. Warna kuah kuning nan gurih, semakin harum karena menggunakan santan sebagai campurannya.

5. Mangut beong

Ilustrasi Mangut Beong Foto: Instagram @williamwongso

Di sebelah barat candi Borobudur, terdapat salah satu warung yang menyajikan hidangan mangut beong. Sama dengan nasi lesah, ikan satu ini juga jadi kuliner andalan saat Waisak dan khas di kota Magelang. Umumnya, ikan dimasak dan dicampur dengan bumbu rempah pedas. Setelahnya, dimakan bersamaan nasi hangat supaya makin sedap.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed