5 Manfaat Garam Tawas, dari Pengawet Makanan hingga Hilangkan Bau Ketiak

12 Desember 2022 9:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi garam tawas kristal. Foto: wasanajai/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi garam tawas kristal. Foto: wasanajai/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tawas adalah garam rangkap sulfat, dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup. Namun, diketahui juga bahwa tawas telah digunakan sejak lama dalam berbagai hal, termasuk makanan.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, sekarang ini penggunaan tawas pada makanan sudah sangat berkurang dengan alasan kesehatan dan efek sampingnya yang berbahaya. Kendati demikian, beberapa jenis tawas diyakini masih digunakan pada makanan dengan penggunaan yang diawasi secara ketat.
Selain itu, mengutip berbagai sumber, tawas ternyata mempunyai berbagai manfaat lainnya; bahkan juga digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Oleh karena itu, kumparanFOOD telah merangkum setidaknya lima manfaat garam tawas dalam berbagai bidang kehidupan. Penasaran apa saja? Yuk, simak informasinya di bawah:

1. Manfaat garam tawas untuk makanan

Ilustrasi garam tawas dalam bentuk bubuk. Foto: mirzamlk/Shutterstock
Mengutip Health Benefits Times beberapa jenis tawas, seperti soda tawas masih digunakan dalam campuran pembuatan baking powder dan asidulan atau pengawet makanan. Kendati demikian, penggunaan tawas dalam makanan seperti ini perlu memperhatikan takaran yang tepat dan tidak berlebihan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi efek samping dari penggunaan tawas pada makanan.
ADVERTISEMENT

2. Manfaat bagi kulit

Ilustrasi jerawat. Foto: Shutter Stock
Jerawat adalah masalah kulit yang paling umum ditemui pada setiap orang. Meskipun banyak obat kecantikan yang menawarkan solusi untuk mengatasi jerawat. Akan tetapi, penggunaan bubuk tawas yang dingin dinilai dapat menghilangkan jerawat.
Selain itu, masalah kulit lain adalah hilangnya kelembapan yang menyebabkan garis kerutan. Bagi banyak orang, kerutan pada kulit khususnya wajah dapat begitu mengganggu. Oleh karena itu, tawas juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi masalah tersebut.

3. Menghilangkan bau ketiak

Ilustrasi garam tawas digunakan untuk menghilangkan bau ketiak. Foto: Image Point Fr/Shutterstock
Beberapa tahun terakhir tawas begitu ramai digunakan sebagai deodoran alami, karena dapat membunuh kuman serta mempunyai kandungan antibakteri. Penggunaan tawas dalam bentuk bubuk, gel, cairan semprot, dan lainnya bisa kamu gunakan ketika selesai mandi.
Tawas memang dinilai menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan untuk menangani berbagai masalah pada ketiak. Sebut saja bisa menghilangkan bau badan karena keringat berlebih, mencerahkan, dan melembapkan kulit ketiak.
ADVERTISEMENT

4. Menjernihkan air

Ilustrasi garam tawas untuk menjernihkan air. Foto: Shutterstock
Menurut jurnal ilmiah tentang "Senyawa aluminium, anorganik" tahun 2007, mengungkapkan bahwa senyawa amonium dan kalium tawas dipercaya sebagai jenis yang paling umum digunakan untuk menjernihkan air. Tawas dalam bentuk bubuk dapat membantu membersihkan air dengan mengendapkan lumpur yang terkandung di dalamnya. Namun, pada beberapa kasus dengan tempat penyimpanan air yang luas, maka bisa menggunakan tawas dalam bentuk balok.

5. Mengobati sariawan

Ilustrasi sariawan Foto: Shutterstock
Dalam pengobatan Ayurveda, sepotong kecil atau bubuk tawas dinilai cukup untuk membantu melawan sariawan. Caranya, bubuk tawas yang dicampur dengan air, kemudian dioleskan pada bagian bibir yang sariawan.
Kendati demikian praktik ini masih menjadi pertimbangan para ahli karena tawas yang dioleskan langsung ke bibir terkadang menimbulkan efek panas seperti terbakar. Selain itu, ada juga yang menggunakan campuran bubuk tawas dan air sebagai obat kumur.
ADVERTISEMENT
Nah, itulah lima manfaat dari garam tawas. Namun, perlu diingat kembali bahwa penggunaan tawas dalam kehidupan sehari-hari memerlukan pengawasan yang ketat demi alasan kesehatan, khususnya dalam hal makanan. Maka itu, sebelum menggunakannya secara rutin lebih baik tanyakan dulu ke ahlinya, ya.
Penulis: Riad Nur Hikmah