kumparan
9 April 2019 11:03

5 Penyebab Munculnya Rasa Lapar Berlebihan

Ilustrasi makan kue Foto: Shutter Stock
Rasa lapar wajar dialami setiap makhluk hidup. Biasanya lapar datang setiap 4-5 jam sekali, atau usai melakukan aktivitas padat.
ADVERTISEMENT
Tapi pernahkah kamu merasa lapar padahal baru saja menyantap makanan? Nah, rasa lapar yang tak kunjung henti ini bisa terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat, lho.
Ingin tahu apa saja penyebabnya? Ini dia kebiasaan yang membuat rasa lapar datang terus menerus.
1. Terlalu banyak asupan gula
makanan manis Foto: Shutter Stock
Makanan yang mengandung gula sering dimanfaatkan sebagai sumber energi agar tetap bugar. Tapi, terlalu banyak menyantap gula ternyata malah menyebabkan rasa lapar mudah datang.
Sebuah penelitian dari Universitas Leuven, Belgia, berjudul 'Effects of High-fructose Diets on Central Appetite Signaling and Cognitive Function', membenarkan bahwa fruktosa yang terdapat di dalam gula bisa meningkatkan nafsu makan.
Saat asupan fruktosa tinggi, tubuh akan memproduksi lebih banyak ghrelin yang dikenal pula dengan sebutan hormon pembangkit nafsu makan. Asupan fruktosa juga meningkatkan potensi lapar akibat lambung yang kosong.
ADVERTISEMENT
2. Dehidrasi
Rutin minum air putih agar tidak dehidrasi dan urine berwarna bening. Foto: Thinkstock
Kekurangan cairan atau dehidrasi juga bisa menyebabkan perut terasa keroncongan. Menurut jurnal dari Universitas Maharashtra, India, yang diterbitkan oleh US National Institutes of Health tahun 2014, asupan air yang cukup terbukti membantu menahan rasa kenyang lebih lama.
Dalam penelitian tersebut, perempuan yang minum air putih sebelum makan secara teratur selama 8 minggu mengalami penurunan nafsu makan. Tak mengherankan, air putih bisa menjadi pilihan untuk menekan nafsu makan berlebih.
3. Kurang tidur
insomnia Foto: Thinkstock
Gangguan tidur seperti insomnia atau hipersomnia bisa mempengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh. Akibatnya, pola makan pun akan terganggu, bahkan menjadi lebih mudah lapar meski sudah menyantap banyak makanan.
Bahkan, masalah tidur ini juga sering dikaitkan dengan gangguan obesitas hingga diabetes. Dalam sebuah jurnal berjudul 'Elevated Ghrelin Predicts Food Intake During Experimental Sleep Restriction' yang diterbitkan tahun 2015, orang yang memiliki gangguan tidur lebih rentan mengalami peningkatan kadar ghrelin.
ADVERTISEMENT
4. Asupan garam berlebih
Ilustrasi garam Foto: Onefox/pixabay
Dalam sebuah penelitian dari American Heart Association, setiap harinya satu orang rata-rata menyantap lebih dari 3.400 miligram sodium atau garam. Padahal, asupan garam yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 1.500 miligram per harinya.
Asupan garam yang berlebih bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya dehidrasi. Saat tubuh kekurangan cairan, otak akan mengirim sinyal untuk mencari asupan lain yang lebih banyak agar rasa lapar berkurang.
5. Menopause
menopause Foto: Unsplash
Menurut penelitian dari Universitas Illinois berjudul 'Dietary Strategies for Weight Loss in Midlife Women', perempuan rentan mengalami kenaikan berat badan saat memasuki masa menopause.
Saat menopause, perempuan akan mengalami penurunan hormon estrogen yang bertanggungjawab dalam proses reproduksi. Penurunan hormon inilah yang menyebabkan nafsu makan meningkat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan