Kumparan Logo

5 Penyebab Tubuh Sering Merasa Lapar Meskipun Sudah Makan

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lapar saat bangun tidur Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lapar saat bangun tidur Foto: Shutter Stock

Pernah merasa lapar padahal rasanya baru saja makan? Kondisi ini cukup umum dan bisa bikin kesal, apalagi karena rasa lapar yang sering muncul bisa membuat kamu jadi makan atau nyemil lebih banyak, sekaligus menambah asupan kalori harian.

Dikutip dari Medical News Today, rasa lapar merupakan bentuk sinyal tubuh untuk mengisi kembali energi yang dibutuhkan. Namun, jika sinyal ini muncul terlalu sering, bisa jadi ada beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan.

Ada beberapa penyebab umum yang membuat tubuh kamu terus merasa lapar. Memahami penyebab-penyebab ini penting agar kamu bisa mengelola rasa lapar dengan lebih baik dan menjaga pola makan yang sehat.

Makan Terlalu Banyak Gula

Ilustrasi perempuan makan donat atau makanan manis. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock

Menikmati makanan tinggi gula olahan, seperti kue dan permen, ternyata bisa jadi salah satu penyebab tubuh sering merasa lapar. Alissa Rumsey, ahli gizi terdaftar, menjelaskan bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang kemudian turun drastis, sehingga membuat tubuh merasa lebih cepat lapar.

“Makanan ini dicerna dengan cepat, sehingga menyebabkan gula darah naik lalu turun dengan cepat. Penurunan gula darah ini, biasanya terjadi satu atau dua jam kemudian, membuat kamu merasa lapar lagi," jelas Alissa, seperti dikutip dari Food & Wine.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu membatasi konsumsi makanan tinggi gula agar tidak berlebihan. Selain itu, menambahkan protein ke dalam makanan juga dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Makan Terlalu Banyak Makanan Olahan

Ilustrasi bergadang sambil ngemil junk food. Foto: Shutterstock

Kurangnya waktu atau kesibukan sehari-hari sering membuat kita memilih makanan yang cepat dan praktis, seperti makanan kemasan atau olahan, misalnya pasta, roti tawar, hingga biskuit. Namun, makanan olahan biasanya kurang bernutrisi dan berpengaruh terhadap rasa lapar.

Kristin Kirkpatrick, ahli gizi sekaligus penulis buku Skinny Liver, menjelaskan bahwa makanan olahan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang kemudian turun, dan memicu rasa lapar kembali.

“Ketika kita mengonsumsi makanan yang minim serat dan nutrisi, gula darah dan insulin kita akan melonjak, diikuti oleh penurunan drastis. Penurunan ini bisa menjadi penyebab rasa lapar yang ekstrem," jelas Kristin.

Lebih lanjut, Kristin menambahkan bahwa mengonsumsi makanan penuh nutrisi, seperti buah dan sayur segar yang minim proses, dapat membantu tubuh merasa lebih kenyang lebih lama.

Dehidrasi

Ilustrasi konsumsi air minum yang melalui proses distilasi untuk jaga kesehatan tubuh. Foto: Shutterstock

Mengutip Cleveland Clinic, dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan cairan atau kekurangan air. Menurut Rumsey, dehidrasi, bahkan yang ringan sekalipun, bisa memengaruhi rasa lapar. "Dehidrasi sedikit saja dapat membuat kamu merasa lapar, padahal yang sebenarnya kamu butuhkan hanyalah cairan," kata Rumsey.

Oleh karena itu, Rumsey mengingatkan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih, terutama saat bangun tidur dengan takaran 450 ml air putih.

Kurang Makan Protein atau Lemak

com-Ilustrasi berbagai macam sumber protein hewani. Foto: Shutterstock

Saat memilih makanan, kebanyakan dari kita cenderung memilih yang tinggi karbohidrat. Padahal, menurut ahli gizi Keri Gans, karbohidrat justru bisa membuat rasa lapar datang lebih cepat karena tubuh mencerna karbohidrat dengan cepat.

Keri menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein atau lemak sehat, seperti kacang-kacangan, alpukat, dan telur. Makanan-makanan ini bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama karena diproses lebih lambat oleh tubuh.

Mengalami Stres

Ilustrasi makan saat stres. Foto: Shutterstock

Kondisi psikologis seperti stres bisa memengaruhi rasa lapar. Kristin menjelaskan bahwa peningkatan stres pada tubuh bisa menekan rasa lapar sekaligus meningkatkan kadar kortisol. Kadar kortisol yang tinggi ini dapat memicu peningkatan nafsu makan.

Maka dari itu, saat stres, banyak orang melampiaskannya dengan makan lebih banyak karena terus merasa lapar. Mengelola pikiran dan menjaga ketenangan menjadi salah satu kunci untuk menjaga pola makan yang lebih sehat.

Itulah lima alasan umum yang membuat tubuh sering merasa lapar meskipun kamu sudah makan. Dengan mengenali penyebab-penyebab tersebut, kamu bisa mulai mengatur pola makan dan gaya hidup lebih sehat agar rasa lapar tidak mudah muncul.

Reporter Salsha Okta Fairuz