5 Sayuran Ini Sering Dicuci dengan Cara yang Salah

Sayuran adalah bahan makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin. Meski baik untuk kesehatan, namun sayuran juga dapat memicu suatu penyakit jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat.
Karena, saat proses penanaman, sayuran telah terpapar bermacam-macam zat seperti pupuk, kotoran hewan, air yang kotor, dan berbagai alat pertanian yang tidak terjamin kebersihannya. Dan, ketika dipanen, sayuran hanya dibersihkan seadanya.
Oleh karenanya, penting untuk mencuci sayuran terlebih dahulu sebelum diolah. Tapi, tak semua sayuran ternyata bisa dibersihkan dengan cara yang sama. Ada bermacam-macam cara untuk mencuci sayuran, dan beberapa di antaranya memerlukan teknik khusus agar kuman benar-benar hilang.
Sayangnya, belum semua orang tahu akan hal ini. Beberapa sayuran akhirnya dibersihkan dengan cara yang salah. Dilansir The Daily Meal, inilah lima jenis sayuran yang sering dibersihkan dengan cara yang salah:
1. Brokoli dan Kembang Kol

Sayuran sejenis brokoli dan kembang kol memiliki banyak celah kecil pada permukaannya sehingga tak sedikit orang yang mengalami kesulitan saat membersihkan bagian ini. Diperlukan teknik khusus untuk mencucinya agar semua kotoran dapat terangkat dari celah brokoli dan kembang kol.
Cara yang benar ketika mencuci sayur jenis ini adalah dengan membelahnya kemudian direndam ke dalam semangkuk air dingin selama beberapa menit. Pada proses perendaman ini, kotoran akan terangkat dari celah sayuran. Setelah dipastikan benar-benar bersih, cuci kembali sayuran dengan air mengalir.
2. Alpukat

Buah alpukat seringkali tidak dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Karena banyak orang yang menganggap bahwa kulit buah alpukat tidak perlu dibersihkan, padahal meskipun tidak diolah, kulit alpukat tetap harus dicuci sampai bersih.
Banyaknya kuman yang menempel pada kulit alpukat menyebabkan pisau yang digunakan untuk memotong buah ini ikut terpapar kuman yang ada pada permukaan kulit buah. Oleh karena itu sebaiknya cuci kulit alpukat sampai bersih dengan cara digosok menggunakan sikat yang lembut sampai kotoran benar-benar hilang dari permukaan kulit.
3. Cabai

Apakah kamu pernah merasakan kulit tangan terasa panas dan terbakar setelah memegang cabai?
Banyak yang belum tahu bahwa kulit cabai mengeluarkan sejenis minyak alami bernama Capsaicin yang menghasilkan rasa pedas dan panas di mulut. Walaupun cabai belum diolah, minyak masih dapat terserap keluar dan menyebabkan sensasi panas dan terbakar pada permukaan kulit.
Bahkan pada beberapa orang, minyak tersebut akan meninggalkan bekas ruam kemerahan pada kulit. Untuk meminimalisir risiko panas pada tangan ketika memegang cabai, cuci cabai yang akan diolah di bawah air mengalir sambil digosok pelan menggunakan sikat berbulu lembut sampai kulit cabai terlihat lebih mengkilap.
4. Jamur

Sebenarnya jamur tidak perlu dicuci menggunakan air. Cukup dibuang bagian yang kotornya saja atau digosok menggunakan sikat dengan bulu halus untuk membersihkan kotoran yang menempel pada jamur.
Jika jamur dirasa perlu dibersihkan dengan air, sebaiknya jangan terlalu lama merendamnya karena jamur bersifat menyerap cairan. Merendam jamur tidak akan membuat jamur menjadi bersih, malah akan membuatnya menjadi cepat layu dan busuk karena terlalu banyak menyerap air. Jamur yang telah menyerap banyak air juga akan membuat rasanya kurang enak ketika diolah menjadi masakan.
5. Umbi-umbian

Sama seperti alpukat yang hanya diambil bagian dagingnya. Kebanyakan tanaman jenis umbi-umbian seperti kentang dan ubi hanya diambil daging buahnya dan dibuang bagian kulitnya. Meski begitu, umbi-umbian juga harus dicuci terlebih dahulu dengan cara menggosoknya sampai bersih di bawah air mengalir.
Hal ini dikarenakan, umbi-umbian adalah jenis tanaman yang tumbuh di dalam tanah, sehingga sayuran rentan terkontaminasi zat-zat berbahaya seperti pestisida. Selain itu, hewan-hewan kecil juga bisa hinggap di permukaan umbi dan menyebabkan terganggunya fungsi saluran pencernaan jika ikut termakan.
