Kumparan Logo

7 Bahan Penyedap Alami untuk Masakan

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi sup Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi sup Foto: Shutterstock

Bumbu penyedap biasa digunakan untuk meningkatkan rasa pada suatu makanan. Misalnya bubuk penyedap yang ampuh meningkatkan rasa gurih pada hidangan yang kita masak.

Selain penyedap makanan siap pakai, banyak juga bahan makanan lainnya yang bisa digunakan sebagai penyedap alami. Kandungan glutamat pada beberapa makanan berikut ini bisa menambah rasa umami yang gurih layaknya penyedap rasa.

Beberapa di antaranya bahkan tergolong makanan sehat. Ini dia, tujuh bahan makanan yang bisa digunakan untuk penyedap alami makanan:

1. Daging

ilustrasi daging sapi Foto: Shutterstock

Sebagian besar hidangan berbahan dasar daging pasti punya cita rasa gurih yang kuat. Sebab, di dalam daging memang terdapat glutamat yang berperan memberi rasa umami pada makanan.

Dari data The Glutamat Association, 100 gram daging sapi rata-rata mengandung sekitar 10 miligram glutamat. Bahkan daging asap punya kandungan mencapai 340 miligram. Tingginya glutamat pada daging asap disebabkan adanya proses peningkatan asam glutamic saat proses pengawetan.

2. Tomat

Tomat Foto: Pixabay

Tomat merupakan buah yang punya rasa umami kuat. Di dalam 100 gram tomat, terdapat sekitar 150-250 miligram asam glutamat. Dari jurnal PubMed tahun 2010, semakin matang tomat makan kandungan glutamat-nya pun makin tinggi.

Jadi, jangan heran bahwa tomat kerap diolah jadi saus penyedap berbagai makanan. Mulai dari burger, ayam goreng, bahkan sup hangat.

3. Rumput laut

Ilustrasi Rumput Laut Foto: Shutterstock/Viktor Kochetkov

Jepang terkenal dengan makanannya yang sangat gurih. Rahasianya, ternyata terletak pada penambahan rumput laut pada sebagian besar sajiannya.

Dalam 100 gram rumput laut, kandungan glutamatnya bisa mencapai 1.000 miligram. Kadar glutamat yang tinggi, membuat rumput laut cocok diolah jadi kaldu sehat ramah vegetarian.

4. Kerang

ilustrasi kerang Foto: Shutterstock

Sebagian besar seafood, terutama kerang-kerangan mengandung glutamat dalam kadar tinggi. Kandungan inosinate pada kerang juga tinggi.

Berdasarkan data dari The Glutamat Associate, kandungan glutamat pada kerang bisa mencapai 140 miligram. Kombinasi glutamat dan inosiate di dalamnya akan menghasilkan rasa umami yang kuat. Saat diolah jadi produk lain seperti saus atau ekstrak, kadar glutamatnya pun akan makin tinggi.

5. Keju

Jenis-jenis keju Foto: Shutterstock

Menurut jurnal Natural Food Additives, Ingredients and Flavourings tahun 2012, semakin tua umur keju maka kadar glutamatnya pun makin tinggi. Penyimpanan yang lama membuat protein di dalamnya terurai menjadi asam amino.

Itulah, yang membuat kadar asam glutamat di dalamnya meningkat. Selain itu, keju juga membuat cita rasa makanan semakin creamy.

6. Jamur

ilustrasi sup jamur Foto: Shutterstock

Jamur bisa digunakan sebagai pengganti bahan utama pembuatan kaldu yang lebih sehat. Jamur juga cocok digunakan untuk penyedap rasa pada sajian diet.

Menariknya, setiap jenis jamur punya kadar glutamat yang berbeda-beda. Misalnya 100 gram jamur jenis truffle yang mengandung sekitar 80 miligram glutamat, jamur enoki mengandung 90-134 miligram glutamat, dan jamur shiitake kering yang mencapai 1.000 miligram.

7. Kentang

ilustrasi sup kentang Foto: Shutterstock

Kentang merupakan bahan utama yang sering digunakan untuk membuat kaldu sayur. Kandungan glutamat di dalam umbi-umbian ini mencapai 100 miligram, untuk setiap 100 gram. Menurut Umami Information Council, rasa umami di dalam kentang akan lebih kuat setelah melewati proses pemasakan.

embed from external kumparan