7 Trik Agar Terhindar dari Risiko Keracunan Makanan

Pasti masih lekat di ingatan kita tentang kasus keracunan keong tutut yang melanda wilayah Bogor beberapa waktu lalu. Tak hanya satu kasus itu saja, kasus keracunan makanan memang menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia.
Proses pengolahan yang tidak higienis serta kurangnya kontrol terhadap bahan makanan menjadi beberapa faktor yang meningkatkan risiko keracunan makanan. Meski begitu, makanan yang terlihat bersih pun tetap berisiko terkontaminasi bakteri maupun kuman berbahaya bila tak diolah dan disimpan dengan cara yang tepat.
Tak perlu takut, ada beberapa trik yang bisa diterapkan untuk meminimalisir kontak bakteri kepada makanan sehingga lebih aman saat dikonsumsi. Apa saja? Berikut tujuh trik mudahnya seperti yang dilansir dari The Daily Meal.
1. Mengenal jenis makanan yang mudah terkontaminasi

Makanan berair banyak dan bertekstur basah seperti daging, sayur, dan produk susu merupakan beberapa jenis makanan yang mudah rusak bila tak disimpan dengan cara yang tepat. Beberapa makanan tersebut harus disimpan di ruang bersuhu rendah agar bakteri tidak bisa bertahan dan makanan menjadi awet lebih lama.
Selain menyimpannya di tempat yang tepat, sebaiknya perhatikan beberapa tanda yang keluar saat makanan sudah tak layak dikonsumsi. Seperti munculnya lendir, busuk dan jamur di beberapa bagian, munculnya gumpalan, dan bau tak sedap yang menyengat.
2. Selalu mencuci tangan

Meski terlihat bersih, tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling kotor dan rentan tertempel bakteri dan kotoran tak kasat mata penyebab keracunan. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau memasak merupakan salah satu langkah mudah untuk menghindari kontak langsung antara makanan dan bakteri yang mungkin masih menempel di tangan. Saat mencuci tangan, sebaiknya gosok sela-sela tangan menggunakan sabun selama 20-30 detik lalu bilas dengan air hangat hingga benar-benar bersih.
3. Gunakan termometer khusus saat memanggang makanan

Saat memanggang kue atau daging, sebaiknya gunakan termometer khusus memasak yang bisa digunakan untuk memeriksa suhu dan kematangan pada bagian dalam makan. Hal tersebut berguna agar bagian dalam kue atau daging bisa matang sempurna sehingga bakteri tak bisa berkembangbiak di dalamnya.
Dilansir The Daily Meal, steak bisa dikatakan matang bila suhu di bagian tengah dagingnya telah mencapai 63 derajat Celcius. Sedangkan ayam dan daging cincang harus dimasak hingga suhunya mencapai 74 derajat Celcius.
4. Bersihkan dapur secara berkala

Tak hanya bahan-bahan makanannya saja, kebersihan dapur pun harus selalu diperhatikan agar proses memasak bisa lebih sehat dan jauh dari risiko terkontaminasi bakteri. Setelah masak selesai, sebaiknya langsung bersihkan kompor dan semua peralatan dengan sabun dan air lemon yang berfungsi untuk meluruhkan noda dan bakteri yang menempel. Selain itu, sortir bahan-bahan dan bumbu yang sudah tak bisa digunakan secara berkala agar tak mengotori bahan makanan lain yang masih bagus.
5. Simpan daging di bagian dasar

Saat membeli daging di pasar atau supermarket, biasanya kita sering meletakannya secara sembarangan dan tercampur dengan belanjaan lainnya. Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan bahan makanan lain terkontaminasi bakteri yang berasal dari tetesan darah atau noda yang ada di bungkusan daging.
Untuk meminimalisirnya, letakkan daging disecara mendatar dasar keranjang agar sisa darah tak menetes dan mengotori makanan lain. Hal ini juga berlaku saat akan menyimpan makanan di dalam kulkas.
6. Simpan makanan beku dalam satu tempat

Cuaca terik hingga jauhnya jarak tempuh sering membuat makanan beku yang kita beli mencair dan mengeluarkan banyak air di tengah perjalanan. Padahal, selain mengurangi kualitasnya, genangan air bisa membuat makanan mudah busuk dan terkena bakteri.
Agar kualitasnya tetap terjaga, sebaiknya pisahkan makanan beku yang baru dibeli dan simpan dalam satu wadah khusus seperti tas daging atau kotak makan berukuran besar. Dengan begitu, suhu makanan akan tetap terjaga dan aman dari bakteri selama perjalanan pulang.
7. Jangan memanaskan sisa makanan lebih dari sekali

Sebagian besar dari kita pasti pernah memanaskan sisa makanan agar bisa dimakan kembali. Ternyata bukannya membunuh bakteri, terlalu sering memanaskan makanan malah bisa meningkatkan risiko keracunan akibat bakteri, lho.
Untuk itu, bila memiliki sisa makanan di rumah, sebaiknya panaskan maksimal satu kali kemudian langsung dihabiskan. Jangan lupa perhatikan kebersihan wadah penyimpan sisa makanan dan pastikan tak ada kotoran yang menempel.
