Food & Travel
·
11 Januari 2021 12:16

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat!

Konten ini diproduksi oleh kumparan
8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82038)
searchPerbesar
Ilustrasi Makan Permen Karet Foto: Shutter Stock
Seperti yang kita tahu, tidak semua makanan dapat atau aman untuk dikonsumsi —entah karena alasan lingkungan, pola makan, atau kesehatan. Selain itu, beberapa bahan makanan memerlukan cara pengolahan khusus agar dapat dinikmati. Hal ini tentu membuat banyak negara tidak mau ambil pusing dan memilih untuk mencegah efek samping konsumsi tersebut, salah satunya dengan menetapkan larangan makanan.
ADVERTISEMENT
Mengutip Eat This, berikut beberapa makanan yang ilegal untuk dikonsumsi dan diproduksi di negara tertentu. Larangan ini akibat dari berbagai jenis kejahatan mulai dari merek dagang hingga proses produksi yang tidak manusiawi. Hmm, apa saja, ya?

1. Salmon budidaya

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82039)
searchPerbesar
com-Ilustrasi daging salmon. Foto: Shutterstock
Ikan yang penuh manfaat baik ini ternyata memiliki sejumlah larangan, lho. Menurut The Environmental Defense Fund, salmon budidaya atau farm-raised salmon, dikenal juga sebagai salmon Atlantik, dinilai menimbulkan sejumlah masalah lingkungan.
Alhasil, beberapa negara, termasuk Selandia Baru dan Australia, telah melarang penjualan dan konsumsi salmon yang dibesarkan di peternakan dalam upaya untuk mengurangi polusi. Jadi, saat berbelanja, hindari salmon dengan warna sedikit keabu-abuan dan pilih ikan yang berlabel ‘sockeye’ atau ‘Alaska’ —memastikan kamu menikmati salmon tangkapan liar.
ADVERTISEMENT

2. Foie gras

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82040)
searchPerbesar
Foie gras. Foto: Toshiko/kumparan
Foie gras mungkin merupakan hidangan favorit banyak orang di Prancis, tetapi makanan ini tidak ada di California. Negara tersebut baru-baru ini memberlakukan kembali larangan terhadap hidangan bebek berlemak dan hati angsa, dengan alasan perlakuan tidak manusiawi terhadap ternak.
Pasalnya, dikabarkan burung-burung tersebut dicekoki makanan secara paksa melalui tabung untuk memperbesar hati hingga sepuluh kali ukuran normalnya. Selain California, negara seperti Italia, India, Denmark, Finlandia, Norwegia, Polandia, Israel, dan Jerman juga memiliki larangan atau pembatasan pada sajian mewah foie gras.

3. Kaviar beluga

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82041)
searchPerbesar
Caviar Foto: Pixabay
Dengan harga lebih dari USD 200 (Rp 2,8 juta) per ons, kaviar Beluga dilarang di Amerika Serikat. Alasannya cukup sederhana, untuk melindungi spesies yang terancam punah. Pasalnya, telur ikan ini berasal dari sturgeon Beluga —ikan yang terancam punah, umumnya ditemukan di cekungan Kaspia dan Laut Hitam. Maka dari itu, sebagai upaya mengurangi perburuan, Amerika Serikat telah melarang impor kaviar Beluga sejak 2005.
ADVERTISEMENT

4. Saus tomat

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82042)
searchPerbesar
Ilustrasi saus tomat Foto: Shutter Stock
Saus tomat merupakan makanan yang sering kita temukan dan dikonsumsi sebagai peningkat rasa. Namun, keberadaan saus asam-manis ini ternyata sangat terlarang di Prancis.
Pada tahun 2011, negara tersebut memperkenalkan pedoman nutrisi baru di sekolah-sekolah, dan salah satunya mencakup pembatasan saus berbahan dasar tomat manis. Jadi, para siswa hanya diperbolehkan mengonsumsi saus tomat dengan kentang goreng yang disajikan seminggu sekali.

5. Ikan buntal

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82043)
searchPerbesar
Ilustrasi sashimi ikan buntal Foto: dok.shutterstock
Sebagai ikan paling berbahaya di dunia, fugu atau buntal bisa menjadi bahan makanan yang mematikan —jika tidak disiapkan dengan benar. Masakan khas Jepang ini mengandung tetrodotoxin, racun yang 1.200 kali lebih mematikan daripada sianida. Dalam dosis kecil, racun tersebut sudah cukup untuk membunuh seseorang, dan itulah mengapa Amerika Serikat melarang penjualan atau pengolah ikan ini tanpa lisensi.
ADVERTISEMENT

6. Sirip hiu

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82044)
searchPerbesar
Sirip ikan hiu yang dikeringkan di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Undang-Undang Penghapusan Penjualan Sirip Hiu telah diperkenalkan dalam Kongres California. Jika disahkan, maka akan melarang penjualan sirip hiu di seluruh dunia. Rancangan undang-undang dibuat dengan tujuan untuk membantu melindungi spesies hiu.
Hal ini sekaligus melarang praktik tidak manusiawi yang dilakukan saat memotong sirip hiu hidup-hidup. Proses tersebut yang membuat mereka mengambil sikap tegas untuk melindungi sirip hiu, yang sering digunakan dalam hidangan sup di China.

7. Susu segar

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82045)
searchPerbesar
com-Ilustrasi susu. Foto: Shutterstock
Susu segar, atau dikenal sebagai susu yang tidak dipasteurisasi, telah ilegal untuk dijual di seluruh negara bagian Amerika Serikat selama hampir tiga puluh tahun. Organisasi Asosiasi Medis Amerika dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), keduanya menyarankan masyarakat untuk menghindari susu jenis ini karena berisiko membawa penyakit yang disebabkan makanan.
ADVERTISEMENT
Tetapi, walaupun produk susu yang tidak dipasteurisasi sudah dilarang di Amerika, banyak negara di Eropa masih rutin mengonsumsi susu ini. Bahkan, negara-negara seperti Austria dan Swiss telah memasang mesin penjual otomatis yang mempermudah menjualnya.

8. Permen karet

8 Makanan Paling Terlarang di Dunia, Permen Karet sampai Saus Tomat! (82046)
searchPerbesar
permen karet Foto: Shutterstock
Terakhir, ada permen karet. Bila terbiasa mengunyah permen karet sebaiknya kamu berhati-hati saat sedang berada di Singapura. Negara Singa ini melarang konsumsi permen karet sejak 1992 dalam upaya menjaga kebersihan jalanan. Bila ditemukan perusahaan yang berusaha menjual permen kenyal ini, maka berisiko terkena hukuman dua tahun penjara hingga denda SGD 1.000 (sekitar Rp 10,6 juta).
Reporter: Natashia Loi
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020