Ada Sabun Cuci Piring dari Kulit Buah Kakao, Karya Ibu-ibu Kreatif Desa Pasang

21 September 2022 12:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
ADVERTISEMENT
Menggunakan sabun cuci piring sebagai pembersih peralatan memasak sehari-hari memang mungkin sudah menjadi kebiasaan di rumah. Tapi tahukah kamu? Bahwa ada sabun cuci piring yang terbuat dari kulit buah kakao.
ADVERTISEMENT
Ya, mulai dari kulit, buah, hingga biji kakao yang menjadi bahan utama cokelat ternyata bisa dimanfaatkan. Sabun cuci piring dari kulit buah kakao ini merupakan kreasi dari para ibu-ibu asal Desa Pasang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ibu-ibu kreatif ini tergabung dalam Kelompok Massewa Pasang yang mendapat dampingan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Barry Callebaut Indonesia. Salah satu anggotanya yakni Jumariah menceritakan bagaimana mereka memproses kulit atau yang juga disebut "cangkang" kakao tersebut menjadi sabun cuci piring bernilai ekonomis.
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
"Prosesnya pertama-tama cangkang kakao dibersihkan dari tanah atau kotoran yang menempel. Lalu dikeringkan dan dibakar. Kemudian dijemur hingga kering dan digiling menjadi seperti abu. Abu lalu direndam dalam air dan dicampurkan bahan kimia untuk campuran sabun, semacam SLS," terangnya kepada kumparanFOOD saat ditemui dalam acara "Perayaan 10 Tahun Cocoa Life" di kabupaten Pinrang, Sulsel, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Lebih lanjut, Jumariah mengatakan pada tahapan akhir, adonan sabun tadi butuh melewati proses penyaringan untuk membuat cairannya tampak jernih, dan kembali dicampurkan dengan bahan yang ia klaim semacam SLS itu.
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
Sabun cuci piring dari kulit kakao ini pun dikemas dalam botol bening berukuran 250 mililiter; dan dijual dengan harga Rp 8.000 per botol. Menurut Jumariah, sabun cuci piring ini memiliki manfaat mengangkat minyak.
"Sabun cuci piring ini bisa mengangkat atau membersihkan noda minyak," tambahnya.
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sabun cuci piring dari kulit kakao karya kelompok ibu-ibu di Desa Pasang, Kabupaten Enrekang. Foto: Azalia Amadea/kumparan
Jumariah juga mengungkapkan bahwa sabun ini sudah memiliki surat izin jual. Sehingga mereka pun dapat menghasilkan 500 botol setiap bulannya.
Namun sayang, edaran penjualan sabun cuci piring ini masih terbatas di desa mereka saja. Pembelinya pun masih warga sekitar desa, sehingga hasil UMKM khas Desa Pasang, Enrekang ini masih membutuhkan pemasaran lebih luas.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020