Kumparan Logo

Ada Sate Kere hingga Kalong, Ini 7 Sate Unik dari Berbagai Daerah

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sate Klatak yang terkenal dari Yogyakarta Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Sate Klatak yang terkenal dari Yogyakarta Foto: Shutter Stock

Sate yang kita kenal biasanya terbuat dari daging yang ditusuk batang bambu lalu dibakar hingga matang. Lalu disajikan dengan sambal kecap atau saus kacang.

Padahal, masih banyak jenis sate nikmat yang tersebar di berbagai daerah. Bahan utamanya pun tak melulu terbuat dari potongan daging ayam atau kambing.

Pengaruh bahan-bahan hingga budaya dari daerah setempat membuat rasa dan tampilan sate semakin khas. Penasaran? Ini dia tujuh sate dari berbagai daerah:

1. Sate buntel

Sate buntel Foto: flickr/ Sekar Tiara

Sekilas, sate dari Solo ini memiliki tampilan mirip sate lilit khas Pulau Dewata. Tapi ukurannya lebih besar dengan permukaan sate yang berminyak.

Sate buntel terbuat dari cacahan daging kambing yang dibalut lapisan lemak tipis lalu dibakar hingga matang dan mengeluarkan minyak. Disajikan bersama sambal kecap, rasa gurih dan tekstur daging kambing yang juicy menjadi daya tarik sate ini.

2. Sate kere

Sate Kere di Pasar Beringharjo, Yogya. Foto: Toshiko/kumparan

Yogyakarta punya satu sajian sate dengan nama unik yaitu sate kere. Sesuai namanya, dulu sate ini dijajakan sebagai pengganti sate daging yang dikenal sebagai makanan mewah.

Sate kere biasanya terbuat dari potongan gajih atau kikil yang diberi bumbu gula merah dan bawang putih. Kemudian dibakar hingga matang dan aroma wanginya menguar. Sebagai pelengkap, sate kere juga nikmat disajikan bersama ketupat atau talas rebus.

3. Sate kalong

embed from external kumparan

Tak hanya Yogyakarta, Cirebon juga punya sajian sate unik bernama sate kalong. Namanya mungkin terdengar menyeramkan, namun tak perlu khawatir karena bahan utama sate ini adalah daging kerbau atau sapi.

Disebut sate kalong karena kebanyakan pedagangnya baru menjajakan sate pada malam hingga dini hari. Tampilan sate pun agak berbeda yakni terlihat lebih pipih memanjang. Saat disantap, rasa manis seperti dendeng berpadu gurih langsung terasa di lidah.

4. Sate padang

Sate Padang Ajo Ramon Foto: Safira Maharani/ kumparan

Sate padang mungkin sudah akrab di lidah kita. Sate khas Minang ini memang populer karena kelezatannya.

Selain terbuat dari daging sapi, ada juga sate padang yang terbuat dari potongan lidah dan jeroan sapi. Setelah dibakar menggunakan arang batok kelapa, lalu sate disajikan dengan siraman saus kental berempah yang hangat.

5. Sate rembiga

Ilustrasi sate rembiga khas Lombok Foto: Dok. Thinkstock

Ke Lombok jangan lupa cicipi sate rembiga yang legendaris. Sate dari daging sapi ini memang salah satu kuliner andalan yang kerap diburu pelancong saat berlibur ke Lombok.

Rasa manis agak pedas dan lumuran bumbu yang cukup medhok jadi ciri khas sate ini. Selain itu, sate rembiga juga menggunakan campuran minyak kelapa sehingga rasanya lebih gurih..

Uniknya, sate rembiga juga bisa dibawa sebagai buah tangan karena memang teksturnya yang lebih kering. Sate ini bisa tahan selama seminggu bila disimpan di dalam kulkas.

6. Sate batibul

Sate Kambing Sor Talok di Yogyakarta Foto: Azalia Amadea/Kumparanj

Tegal tak hanya terkenal dengan wartegnya, Kota Bahari ini juga punya sate khas bernama sate batibul. Nama batibul diambil dari singkatan 'bawah tiga bulan', karena memang terbuat dari daging kambing mudah berusia tiga bulanan.

Tekstur daging kambingnya sangat empuk dan tidak beraroma prengus saat disantap. Disajikan dengan siraman saus kecap, sate batibul paling nikmat disantap bersama lontong dan sup kambing segar.

7. Sate klatak

Sate Klatak yang dimakan dengan kuah santan bukan kecap. Foto: Dok: Eka Situmorang

Selain sate kere, sate klatak juga salah satu jenis sate legendaris dari Yogyakarta. Sate ini terbuat dari potongan daging kambing berukuran besar yang ditusuk menggunakan batang besi panjang.

Meski menggunakan daging berukuran besar, rasanya tetap gurih dan lembut karena sebelumnya telah dimarinasi dengan bumbu rempah spesial.

Setelah dibakar hingga matang, sate klatak disajikan bersama kuah gulai yang membuat cita rasanya semakin gurih.

kumparan post embed