Ahli Gizi: Makan Tidak Seimbang Mempercepat Penuaan Dini

Setiap orang pasti akan mengalami penuaan. Biasanya tanda-tanda penuaan seperti berkurangnya elastisitas kulit mulai terlihat setelah memasuki usia 30 tahun.
Namun dalam beberapa kasus, gejala-gejala penuaan dini ternyata bisa datang lebih cepat dari seharusnya. Ada beberapa faktor yang diyakini dapat mempercepat penuaan dini.
Mulai dari polusi, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, hingga stres. Selain itu, pola makan sembarangan tanpa memperhatikan nilai gizinya juga bisa mempercepat risiko penuaan dini.
Menurut ahli gizi, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, sepiring makanan untuk orang dewasa paling tidak harus mengandung empat kelompok makanan; yaitu karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, dan buah-buahan.
Namun, sayangnya masih banyak orang yang lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat dan protein hewani, tetapi kekurangan asupan sayuran. Padahal, sayuran kaya akan vitamin dan mineral yang punya sifat antioksidan tinggi.
"Kalau tidak ada sayur, sisa protein akan menjadi radikal bebas karena akan menghasilkan ledakan yang disebut karbonmonoksida. Sehingga sayur harus masuk ke isi piring kita," ujar Dr. Rita dijumpai di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan (24/7).
Radikal bebas bisa menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh. Bila jumlahnya sudah terlampau tinggi, radikal bebas juga bisa merusak kode DNA kita sehingga pertumbuhan sel-sel baru tidak akan berjalan normal. Akibatnya, tanda-tanda penuaan lebih cepat muncul.
Nah, makanan tinggi antioksidan inilah yang berfungsi menghalau radikal bebas. Selain itu, sayur dan buah tinggi vitamin juga akan menutrisi kulit sehingga lebih terjaga kesehatannya.
Tak hanya itu, dalam kasus yang lebih serius asupan gizi yang tidak seimbang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif di usia muda. Bahkan dapat menyerang anak-anak. Sebab, ketidakseimbangan gizi yang masuk ke dalam tubuh akan mengganggu proses metabolisme serta penyerapan nutrisi.
Hal ini tak hanya berlaku untuk orang yang kekurangan gizi. Seseorang dengan kecenderungan kelebihan gizi pun tak luput dari ancaman penyakit degeneratif.
"Anak gizi kurang, anak stunting (pendek), dan anak gizi lebih, ketiganya berisiko mengalami gangguan metabolisme. Hal ini akan mengundang penyakit-penyakit yang biasanya datang di hari tua; seperti hipertensi, diabetes, obesitas, serangan jantung, stroke, dan lainnya. Apa pencetusnya? Gizi yang tidak seimbang," tutup Dr. Rita.
