Alasan Biskuit Pocky Hanya Dilapisi Setengah Cokelat, Bukan Asal Celup

22 Januari 2023 15:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Pocky. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pocky. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berwarna cokelat, hijau, hingga pink, biskuit Pocky hampir selalu menghiasi rak minimarket di Indonesia. Padahal, camilan ini ternyata berasal dari Jepang yang dirilis pada tahun 1966 dan kini telah dinikmati di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Mengutip The Daily Meal, Pocky telah menyabet dua rekor dunia, yaitu pada tahun 2014, untuk kategori “penyebutan nama merek terbanyak di Twitter dalam 24 jam”, dengan mencapai 3,71 juta penyebutan. Dan, rekor lain untuk “merek biskuit berlapis cokelat terlaris di dunia, pada tahun 2020.
Meskipun camilan manis ini begitu disukai orang di seluruh dunia karena rasa dan estetikanya yang unik. Akan tetapi, Pocky ternyata telah mengalami perubahan sejak produksi pertama, dan berhubungan dengan alasan camilan ini hanya setengah dilapisi cokelat.

Perubahan Pocky dan alasan biskuit stiknya hanya dilapisi setengah cokelat

Ilustrasi Pocky. Foto: Shutter Stock
Pocky yang dibuat oleh Ezaki Glico Co, ini awalnya di pasarkan sebagai camilan saat bepergian untuk perempuan. Akan tetapi, sekarang telah menjadi camilan yang dicintai banyak orang tanpa mengenal gender ataupun umur.
ADVERTISEMENT
Namun, pernahkah kamu bertanya, mengapa biskuit berbentuk tongkat tersebut hanya setengah dilapisi cokelat atau rasa yang lainnya? Ternyata, formula awal ketika diluncurkan memang sepenuhnya dilapisi cokelat.
Meskipun lezat, Pocky yang dilapisi cokelat secara menyeluruh dinilai tidak praktis untuk dimakan. Ini karena, cokelat akan sering meleleh di jari tangan. Selain itu, memenuhi tujuan awal sebagai camilan yang dibawa saat bepergian, perusahaan pun mengubahnya hingga seperti yang sekarang dikenal.
Adapun, inspirasi tersebut datang dari kushikatsu, hidangan babi goreng Jepang yang disajikan dengan tusuk sate. Oleh karena itu, perusahaan melakukan perubahan dengan memilih hanya melapisi sebagian biskuit tersebut dan membiarkan sisanya kosong agar tidak merepotkan pembeli.

Camilan yang memiliki puluhan varian rasa

Ilustrasi Pocky. Foto: Shutter Stock
Rasa asli yang dicelupkan ke cokelat rilis pertama, tetapi camilan tersebut menjadi sangat populer sehingga Glico memutuskan untuk memperkaya rasanya. Pocky almond, adalah salah satu varian dengan kue berbentuk tongkat dengan dilapisi cokelat yang dilapisi almond.
ADVERTISEMENT
Kemudian, ada juga varian stroberi yang dirilis pada tahun 1976 yang hadir dengan ukuran dan harga berbeda, sehingga memudahkan pembeli dalam memilih varian yang mereka inginkan. Lebih lanjut, pada tahun 1970 makanan ini mulai hadir di seluruh Asia Tenggara, dan 2003 di Amerika Serikat.
Saat ini, camilan renyah nan manis tersebut memiliki lima rasa standar; yaitu cokelat, stroberi. Pisang cokelat, matcha, serta kue dan krim. Selain itu, terdapat juga lebih dari 50 varian unik yang termasuk rasa dengan edisi terbatas.
Nah, kalau kamu sendiri, lebih suka rasa apa, ya?
Penulis: Riad Nur Hikmah