Alasan Kualitas Produksi Gandum Rusia dan Ukraina Diakui Secara Global
·waktu baca 3 menit

Invasi yang sedang panas antara Rusia dan Ukraina telah memberikan dampak kepada produksi pangan global. Misalnya, harga minyak dan gas diperkirakan akan kembali melonjak karena krisis akibat invasi kedua negara tersebut. Termasuk, banyak yang memperkirakan pula harga gandum, barley, dan tembaga hingga nikel pun akan terdampak.
Mengutip CNBC, Alan Holland, CEO dan pendiri di perusahaan teknologi sumber Keelvar memperkirakan invasi kedua negara ini bisa menjadi “pukulan besar” bagi rantai pasokan makanan; bukan hanya untuk kedua negara melainkan pula dunia. Padahal, Ukraina telah dianggap sebagai "keranjang roti Eropa.”
Ukraina memproduksi gandum, barley, dan rye yang sebagian besar negara Eropa butuhkan, kata para analis. Ukraina juga termasuk salah satu produsen besar jagung. "Meskipun musim panen masih beberapa bulan lagi, konflik yang berkepanjangan akan menciptakan kekurangan roti dan meningkatkan harga konsumen pada musim gugur ini," kata Holland.
Bahkan, bukan hanya Uni Eropa yang akan terkena dampaknya. Dawn Tiura, presiden di Sourcing Industry Group mengatakan, banyak negara Timur Tengah dan Afrika juga bergantung pada gandum dan jagung milik Ukrania, dan hambatan pada pasokan itu dapat memengaruhi ketahanan pangan di wilayah-wilayah tersebut.
Per Hong, mitra senior di perusahaan konsultan Kearney mengungkapkan Rusia juga merupakan eksportir gandum terbesar di dunia. Bersama dengan Ukraina, keduanya menyumbang sekitar 29 persen dari pasar ekspor gandum global.
Lantas, apa yang membuat Rusia dan Ukraina bisa menjadi negara penghasil gandum dan biji-bijian terbaik di dunia?
Mengutip Reuters, Rusia kerap memanen gandum pada musim panas. Cuaca panas dan tanah kering di negara tersebut membuat gandum produksi Rusia tinggi kandungan protein. Gandum tersebut akan menjadi tepung untuk bahan pembuatan roti.
Tak hanya saat musim panas, Rusia juga terus memproduksi gandum meski memasuki musim semi. Bahkan pada musim peralihan ini hasilnya bisa mencapai dua kali lipat dari musim panas hanya saja tingkat proteinnya lebih rendah. Umumnya, jenis gandum yang dihasilkan adalah gandum hitam; tanaman tertua yang juga dibudidayakan Eropa.
Selain gandum, Rusia juga terkenal akan pasokan biji-bijian lain, seperti barley yang kerap menjadi bahan minuman bir atau masakan, layaknya sup.
Tak kalah dengan Rusia, Ukraina juga memiliki gandum dengan kualitas mendunia. Produksi gandum Ukraina kerap diandalkan dalam roti atau pastry buatan Eropa karena dinilai lebih lembut. Ukraina juga memproduksi gandum hitam dan merah yang keduanya menjadi bahan pembuatan tepung maupun kue.
Selain itu, masyarakat Ukraina sudah memanfaatkan gandum sebagai makanan pokok sejak zaman pra-sejarah. Salah satu makanan kuno yang masyarakat ukraina yang terbuat dari gandum dan biji-bijian lain bernama kutia. Etnocook melansir penelitian etnografi menunjukkan bahwa hidangan autentik ini telah dimasak oleh orang Ukraina sejak Era Neolitik (10.000–4.500 SM).
Makanan khas Ukraina ini kerap disajikan saat malam Natal. Bahan utamanya adalah biji-bijian gandum (wheatberry), air, biji poppy, dan madu. Adapula yang menambahkan potongan buah kering atau kacang-kacangan sebagai topping.
Penulis: Ade Naura Intania
