Amankah Makan Semangka di Malam Hari? Begini Penjelasan Ahli
·waktu baca 3 menit

Kabar duka datang dari Mumbai. Sebuah keluarga yang terdiri dari empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menyantap makan malam berupa biryani, yang kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi semangka pada larut malam.
Menurut laporan Mothership, peristiwa ini terjadi pada 25 April. Keluarga tersebut diketahui menikmati biryani bersama kerabat sekitar pukul 22.30. Namun, hanya empat anggota keluarga inti, terdiri dari dua anak perempuan dan kedua orang tua, yang melanjutkan dengan makan semangka sekitar pukul 01.00 dini hari.
Tidak ada kerabat lain yang ikut menyantap biryani melaporkan gejala sakit. Namun, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.30, keempat anggota keluarga tersebut mulai mengalami gejala serius seperti muntah, diare, hingga kondisi yang memburuk hingga akhirnya mereka dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Bahkan, anak perempuan bungsu yang berusia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia setibanya di rumah sakit sekitar pukul 10.30 pagi. Disusul kakaknya yang berusia 16 tahun serta sang ibu pada sore hari, meski telah mendapatkan perawatan intensif. Sang ayah kemudian meninggal dunia pada malam harinya.
Menurut laporan Times of India, kasus ini pun memicu kebingungan di kalangan tenaga medis. Dokter dari Sir JJ Hospital menyebut bahwa sangat tidak mungkin semangka, bahkan dalam kondisi kurang segar, dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan yang begitu cepat dan fatal.
Seorang dokter senior yang terlibat dalam penanganan kasus ini menduga adanya kemungkinan faktor lain, seperti kontaminasi atau zat berbahaya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan pejabat medis yang menilai bahwa kasus tersebut tidak sesuai dengan pola umum penyakit bawaan makanan.
“(Keracunan makanan) biasanya tidak menyebabkan kondisi memburuk dengan cepat dan separah ini,” ujarnya, seperti dikutip oleh Indian Express, Senin (4/5).
Hingga kini, hasil pemeriksaan forensik masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, di tengah kasus ini muncul pertanyaan, apakah sebenarnya aman mengonsumsi semangka di malam hari?
Menurut ahli gizi Shilpa Arora, semangka memang kaya akan air dan nutrisi yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. “Semangka terdiri dari 94 persen air, mengandung likopen, kalium, dan berbagai nutrisi lainnya. Buah ini juga mengandung serat yang baik untuk membantu proses pencernaan tetap berjalan lancar,” kata dia seperti dikutip dari NDTVFood.
Namun, ia menyarankan agar waktu konsumsi juga perlu diperhatikan. Menurutnya, buah ini memiliki sifat sedikit asam dan bisa memperlambat proses pencernaan saat malam hari, ketika metabolisme tubuh mulai menurun.
“Saya tidak merekomendasikan konsumsi semangka atau buah apa pun setelah pukul 7 malam,” katanya.
Shilpa menyarankan waktu terbaik untuk mengonsumsi semangka adalah sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 siang, ketika sistem pencernaan sedang berada dalam kondisi optimal.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh pakar Ayurveda, Dr. Dhanvantri Tyagi. Ia mengingatkan bahwa kandungan air dan gula alami yang tinggi pada semangka dapat memicu rasa tidak nyaman jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Beberapa orang mungkin mengalami perut kembung, rasa berat, atau bahkan gangguan pencernaan keesokan harinya. Selain itu, kandungan air yang tinggi juga berpotensi mengganggu kualitas tidur karena meningkatkan frekuensi buang air kecil di malam hari.
Para ahli menyarankan agar beberapa kelompok lebih berhati-hati dalam mengonsumsi semangka di malam hari, di antaranya orang dengan sistem pencernaan sensitif, mereka yang rentan mengalami asam lambung atau kembung, penderita diabetes yang perlu mengontrol asupan gula, serta mereka yang mengonsumsi semangka setelah makan malam berat.
Pada dasarnya, semangka bukanlah buah yang berbahaya. Justru, jika dikonsumsi dalam kondisi segar dan disimpan dengan benar, buah ini sangat baik untuk tubuh.
Namun, menjadikannya sebagai camilan di malam hari, terutama setelah makan besar, mungkin bukan pilihan terbaik bagi sebagian orang. Sebagai alternatif, menikmati semangka di siang hari sebagai camilan atau di sela waktu makan bisa menjadi pilihan yang lebih bijak dan aman.
