Kumparan Logo

Begini Tanggapan Karyawan Dcrepes soal Viral Tangan Staf yang Kena Luka Bakar

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan Dcrepes saat sedang membuat pesanan. Foto: Twitter/@Dcrepes
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan Dcrepes saat sedang membuat pesanan. Foto: Twitter/@Dcrepes

Viral thread di Twitter foto tangan karyawan Dcrepes yang terdapat luka bakar, Minggu (7/5). Thread ini diunggah oleh pemilik akun @erasmus70 yang kini sudah mendapat 1,3 juta views.

Lantaran postingan tersebut, banyak warga Twitter yang kemudian mengomentari SOP hingga seragam karyawan Dcrepes yang tidak berlengan panjang.

Salah satu goresan luka bakar pada tangan seorang karyawan perempuan Dcrepes pun terlihat pada foto postingan di akun Twitter merek makanan yang sudah berdiri sejak 26 tahun itu.

"Saya lihat ada yg aneh setiap kali beli @d_crepes. Semua tangan pegawai anda ada luka bakar lalu saya tanya salah satu pegawai, katanya gak boleh pake lengan pnjang atau manset atau pelindung tangan. Apa benar @d_crepes? *mbaknya gak mau tangannya difoto, takut katanya," tulis narasi dalam postingan @erasmus70.

X post embed

Kumparan pun menanyakan hal ini langsung kepada beberapa karyawan Dcrepes. Menurut Rizki Fauzi dan Fitri, karyawan Dcrepes Kalibata City mengatakan yang sedang bertugas pada Senin (8/5) malam, mengatakan bahwa tangan mereka dalam keadaan baik-baik saja tanpa luka.

"Enggak tangan kita aman-aman saja," kata Rizki Fauzi kepada kumparan.

Rizki turut menjelaskan bahwa biasanya luka bakar terjadi pada karyawan baru yang masih belum lihai dalam membuat crepes.

"Biasanya anak-anak baru yang kurang care sama lingkungan kerjanya. Kalau hati-hati enggak akan kayak gitu, kok," tambahnya.

X post embed

Lebih lanjut, Rizki juga menjelaskan bahwa pihak Dcrepes telah menyediakan salep luka bakar. Hal ini juga diungkapkan Saepudin, karyawan Dcrepes Pejaten Village yang mengatakan kalau Dcrepes memberikan obat.

Ajeng, rekan Saepudin mengungkapkan kepada kumparan bahwa dirinya juga memiliki luka bakar di bagian lengan kanan atas.

embed from external kumparan

"Ini karena waktu bersihin sela-sela (teflon crepes) tangan enggak sengaja kena, tapi dikasih obat," ujar Ajeng kepada kumparan.

Padahal, menurut Fitri, setiap karyawan juga sudah mendapatkan training membuat crepes. "Kalau saya waktu itu seminggu (training) di Panglima Polim. Nah, seminggunya lagi baru di outlet. Total satu bulan," pungkasnya.