Benarkah Esensi Sebuah Makanan Hilang Karena Munculnya Food Hybrid?

Patutkah kita menyalahkan Dominique Ansel, pembuat Cronut yang paling melegenda? Berawal dari ide kreatifnya yang ingin mewujudkan sebuah esensi makanan dengan tampilan makanan yang lebih modern, ia pun membuat persilangan antara croissant dan donat yang ia ciptakan sebagai cronut. Dilansir kumparan (kumparan.com) dari thekitchn, cronut mungkin menjadi persilangan makanan atau food hybrid yang paling berhasil di antara food hybrid yang telah bermunculan. Karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut serta disukai oleh semua kalangan usia. Dengan disukai oleh semua orang, hal ini menandakan bahwa kemunculan cronut dapat diterima. Tapi bagaimana dengan food hybrid lainnya seperti burger ramen dan Double Down Dog oleh KFC? Pada dasarnya, esensi sebuah makanan tercipta dari kreasi sang pembuat yang menciptakan sebuah makanan baru tanpa menghilangkan karakter dari makanan itu sendiri. Burger ramen dibuat dari mi ramen yang dibentuk bulat kering lalu ditumpuk seperti burger. Esensi ramen seketika hilang dengan pemberian nama burger ramen yang mendadak hits pada 2013 lalu. Sejatinya, ramen adalah makanan mi berkuah shoyu atau miso yang disajikan dengan irisan daging dan taburan daun bawang. Namun kini ramen disulap menjadi sebuah burger di mana ciri khas semangkuk ramen dengan kuah hilang begitu saja.
Tidak hanya burger ramen, waffel taco kreasi dari Taco Bell juga dianggap menghilangkan esensi dari memakan taco. Taco adalah makanan khas mexico yang disajikan dengan roti tortilla yang diisi dengan daging, sayuran dan saus mayonnaise. Dan kehadiran Taco Bell merusak karakter dari sebuah Taco di mana roti tortilla diganti dengan waffel yang identik dengan makanan manis.
Selanjutnya, ada produk persilangan makanan kreasi KFC yaitu Double Down Dog yang diluncurkan pada Januari 2015 silam. Awalnya, banyak yang mengira bahwa produk ini adalah produk lelucon untuk April Fool namun produk ini benar-benar dipasarkan di beberapa gerai KFC.
Double Down Dog terbuat dari daging ayam yang dibentuk seperti roti hot dog dan diisi dengan sosis lalu diberikan topping saus keju. Banyak yang menyukai tapi banyak juga yang menganggap karakter roti hot dog hilang dengan adanya roti hot dog ayam ala KFC ini. Untungnya produk ini adalah produk terbatas dan tidak diproduksi kembali.
Seharusnya bagi pecinta dan penikmat makanan tidak boleh menghilangkan karakter asli dari makanan yang akan dikreasikan menjadi food hybrid. Esensi makanan jelas akan hilang jika makanan dibentuk dengan tampilan yang aneh, bahkan tidak membuat yang melihatnya tergugah seleranya.
