Benarkah Konsumsi Santan Buruk untuk Kolesterol Tubuh?

22 April 2023 17:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Memasak santan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Memasak santan Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Santan menjadi salah satu bahan makanan yang umum dalam masakan Indonesia. Terlebih pada masakan khas Lebaran seperti opor, gulai, sayur godog, lodeh, rendang dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Tapi, apakah benar mengonsumsi santan berdampak buruk pada kadar kolesterol dalam tubuh?
Sejatinya, santan adalah 'susu' alami yang dihasilkan dari perasan buah kelapa. Santan termasuk dalam kategori susu nabati yang kaya manfaat dan nutrisi. Sehingga, banyak yang menyebut mengonsumsi santan baik untuk kesehatan jantung.
Namun, salah satu nutrisi dalam santan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah kandungan lemak jenuh. Satu cangkir santan mengandung lima gram lemak jenuh yang jumlahnya sama dengan susu murni.
kelapa santan Foto: Dok.Shutterstock
Kandungan lemak jenuh inilah yang membuat santan begitu dihindari. Mengutip Express, ahli gizi dari Universitas Tufts Prof. Alice H. Lichtenstein, mengingatkan bahwa santan dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah.
Livestrong melansir, dalam batasan diet standar dunia kita membutuhkan 2.000 kalori setiap hari; dan hanya boleh mengonsumsi 65 gram lemak setiap hari, dengan komposisi asupan lemak jenuh yang tidak boleh lebih dari 20 gram.
ADVERTISEMENT
Hal ini juga berarti, sepertiga dari kebutuhan lemak harian kamu bisa berasal dari satu porsi santan sebanyak 100 gram. Dengan itu pula, berarti kamu tak boleh mengonsumsi santan lebih dari 100 gram per hari.
Dan, jika kamu mengonsumsi lebih dari batasan tersebut, maka tentu asupan santan akan memengaruhi kesehatanmu. Inilah yang membuat kolesterol kamu naik karena terlalu banyak makan santan.
Ilustrasi tes kolesterol. Foto: Shutterstock
Nah, soal santan bisa meningkatkan kolesterol ini sebenarnya kembali lagi tergantung pada jumlah asupan harian kamu. Maka itu, pastikan saat Lebaran seperti ini kamu cukup makan santan dan jangan berlebihan ya.
Namun apabila kamu ingin menjaga kadar kolesterol berlebih agar bisa kembali normal, salam sebuah studi menyebut bahwa mengonsumsi susu kambing bisa membantu menurunkan kolesterol tinggi.
ADVERTISEMENT
Studi yang diterbitkan Journal of Dairy Science, menemukan susu kambing secara signifikan mengurangi konsentrasi kolesterol dalam arteri dan kantong empedu.
Peneliti menulis, “konsumsi susu kambing, dibandingkan dengan susu sapi, menyebabkan peningkatan sekresi kolesterol empedu bersamaan dengan penurunan konsentrasi kolesterol plasma."
Peneliti juga menyebut, susu kambing memiliki manfaat penurunan kolesterol setara dengan kebaikan ini dalam minyak zaitun.