Kumparan Logo

Benarkah Mangga Bikin Gemuk? Ahli Gizi Ungkap Faktanya

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock

Musim mangga memang selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang. Apalagi di Indonesia sendiri, pilihan jenis mangganya juga beragam, mulai dari harum manis, indramayu, manalagi, hingga mangga budi raja yang dikenal punya ukuran cukup besar.

Tapi di balik kenikmatannya, ada beberapa orang yang menganggap mangga sebagai buah yang bisa bikin berat badan naik. Makanya ada sebagian orang yang memilih menghindari mangga karena takut bikin gemuk.

Lalu, benarkah makan mangga bisa menyebabkan kenaikan berat badan?

Dikutip dari NDTV Food, ahli gizi Amita Gadre mengatakan kalau mangga sebenarnya bukan masalah utamanya. Menurut dia, mangga termasuk buah dengan indeks glikemik sedang, yakni sekitar 51 hingga 60. Dari sisi kalori pun, jumlahnya tidak setinggi yang banyak orang kira.

Ilustrasi pohon mangga. Foto: YUGUANGTC/Shutterstock

Selain itu, mangga juga mengandung serat yang cukup tinggi. Kandungan serat inilah yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sekaligus baik untuk pencernaan.

“Mangga bisa menjadi camilan, dessert, bahkan pilihan sebelum olahraga,” ujar Gadre seperti dikutip dari NDTV Food, Minggu (10/5).

Lantas, kenapa mangga sering dianggap bikin gemuk? Menurut Gadre, hal itu lebih disebabkan oleh cara mengonsumsinya.

Masalah mulai muncul ketika mangga diolah menjadi jus, milkshake, es krim, atau dessert manis. Dalam bentuk olahan seperti itu, kandungan serat pada mangga bisa berkurang, sementara gula lebih cepat diserap tubuh.

Ilustrasi jus mangga. Foto: Shutterstock

Belum lagi tambahan gula, susu, atau bahan lainnya yang otomatis membuat kalorinya meningkat. Hal inilah yang membuat orang jadi berlebihan mengonsumsinya.

Supaya tetap bisa menikmati mangga tanpa rasa khawatir, Gadre menyarankan untuk mengonsumsi mangga dalam bentuk utuh dibanding dijadikan jus. Mangga juga bisa dipadukan dengan kacang-kacangan agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Selain itu, buah ini juga bisa dinikmati saat atau setelah makan. Dengan cara tersebut, tubuh tetap mendapatkan manfaat serat alami dari mangga tanpa lonjakan gula yang berlebihan.

Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock

Lalu, apakah pengidap diabetes boleh mengonsumsi mangga?

Menurut Gadre, penderita diabetes sebenarnya masih boleh makan mangga, asalkan porsinya diperhatikan dan kadar gula darah dalam kondisi stabil. Untuk membantu menjaga keseimbangan gula darah, mangga juga bisa dikombinasikan dengan makanan tinggi protein atau serat seperti kacang-kacangan.