Kumparan Logo

Benarkah Minum Kopi Bisa Bikin BAB Jadi Lebih Lancar? Ini Kata Ahli

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi minum kopi di pagi hari Foto: Shutter Stock/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minum kopi di pagi hari Foto: Shutter Stock/

Kamu mungkin pernah melihat atau mendengar penelitian yang menyebutkan minum kopi di pagi hari bisa melancarkan pencernaan. Kafein dalam kopi disebut dapat meningkatkan kontraksi otot di dalam usus untuk mendorong proses BAB jadi lebih lancar.

Namun pertanyaannya, benarkah kopi bisa bikin BAB-mu lebih lancar? Seorang ahli gizi baru-baru ini memberikan penjelasannya. Yuk, simak!

Mengutip Times of India, seorang ahli gizi klinis asal Delhi sekaligus pendiri Klinik Nutriguide, Kashika Bhatia mengatakan kafein yang terkandung di dalam kopi dan teh disebut bisa menjadi stimulan alami, yang dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan sistem saraf pusat. Tak hanya itu, dia juga menyebut kopi bisa merangsang pergerakan usus.

Ilustrasi kopi khas Turki. Foto: Marian Weyo/Shutterstock

“Kafein dalam kopi meningkatkan tekanan anus dan aktivitas otot usus besar, yang meningkatkan kebutuhan untuk buang air besar. Kopi mengandung asam yang telah terbukti meningkatkan kadar hormon gastrin, yang pada akhirnya menyebabkan kejang perut yang tidak disengaja saat buang air besar," ujar dia.

"Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kopi merangsang produksi kolesistokinin, hormon lain yang penting untuk pencernaan," tambahnya.

Beberapa ahli gizi sepakat bahwa kafein merangsang otot-otot usus besar, sehingga menyebabkan peningkatan kontraksi. Aktivitas yang meningkat ini dapat memicu buang air besar, memberikan rasa lega bagi mereka yang sesekali mengalami sembelit. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa respons individu terhadap kafein dapat berbeda-beda.

Ilustrasi bayi di samping gelas kopi. Foto: overkit/Shutterstock

Kopi, khususnya, telah mendapatkan reputasi sebagai obat pencahar ringan. Kombinasi kafein dan senyawa tertentu dalam kopi dapat berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas otot di usus besar.

Efek pencahar ringan inilah yang sering menjadi alasan beberapa orang merasa lega setelah minum kopi di pagi hari.

Ahli Gizi dan Pendiri Nurture, Shikha Agarwal, mengatakan hubungan kopi dengan peningkatan buang air besar sudah terbukti. Penelitian mengungkapkan bahwa kopi, tidak hanya kafein, memicu aktivitas motorik rekto-sigmoid, sehingga memicu keinginan untuk buang air besar.

"Responsnya yang cepat, dalam hitungan menit konsumsi, menyiratkan tindakan tidak langsung pada usus besar, mungkin melalui reseptor lambung atau usus kecil. Gastrin dan mungkin kolesistokinin memediasi 'respons gastrokolonik' ini, sementara eksorfin dalam kopi dapat memengaruhi motilitas kolon. Penelitian mengkonfirmasi efek kopi pada aktivitas motorik rektosigmoid, terlepas dari kandungan kafein, mendukung perannya dalam stimulasi usus. Memahami mekanisme ini menjelaskan hubungan rumit antara kebiasaan makan dan fungsi gastrointestinal," papar Shikha.

Efek Kopi Pada Tubuh Bisa Berbeda

Ilustrasi kopi flat white. Foto: Shutter Stock

Meskipun ada manfaat potensial bagi sebagian orang, tidak semua orang mengalami efek yang sama. Perbedaan individu, tingkat toleransi, dan kesehatan secara keseluruhan memainkan peran penting dalam respons seseorang terhadap kafein. Beberapa orang mungkin merasa lega, sementara yang lain mungkin tidak merasakan dampak signifikan terhadap kebiasaan buang air besar mereka.

Ahli Gizi & Diet Klinis di Rumah Sakit Apollo Spectra, Bengaluru, Twincy Ann Sunil mengatakan efek ini bervariasi dari orang ke orang, dan bukan merupakan pilihan yang dapat diandalkan untuk menginduksi buang air besar.

"Meskipun beberapa orang mungkin merasakan manfaat ini, yang lain mungkin tidak menyadari adanya perubahan dalam kebiasaan buang air besar mereka," ujar dia.

Untuk itu, ia merekomendasikan seseorang untuk tidak mengonsumsi kafein dalam jumlah besar. Sebab, hal itu bisa berdampak negatif terhadap kesehatan.

"Penting untuk mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan. Jika kamu mengalami konstipasi, maka yang terbaik adalah menjalani pola makan kaya serat dan menjaga gaya hidup sehat. Sertakan berbagai macam makanan kaya serat seperti oat, kacang polong, buncis, sayuran berdaun hijau, wortel, dan lain-lain. dapat membantu menjaga kesehatan usus yang lebih baik," ujar dia.

Meskipun kafein mungkin berperan dalam melancarkan buang air besar, penting untuk mempertimbangkan tingkat hidrasi. Kafein diketahui memiliki efek diuretik yang berpotensi menyebabkan peningkatan produksi urine dan kehilangan cairan. Tetap terhidrasi dengan cukup sangat penting untuk mengimbangi efek ini dan mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan.