Kumparan Logo

Berapa Kali Minyak Kedelai Boleh Digunakan untuk Menggoreng?

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak goreng Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak goreng Foto: Shutter Stock

Menggunakan minyak goreng untuk memasak memang lumrah dilakukan. Makanan yang digoreng dinilai memiliki rasa lebih gurih dan renyah, sehingga menggugah selera. Apalagi, masyarakat Indonesia begitu suka dengan sajian gorengan yang kriuk.

Namun, ada pula yang menghindari untuk mengonsumsi gorengan dengan alasan mengandung banyak minyak sehingga membahayakan kesehatan. Maka itu, bermunculanlah pilihan minyak sehat; seperti minyak zaitun, kedelai, kelapa, hingga bunga matahari.

Di antara pilihan minyak sehat tersebut beberapa yang menjadi favorit adalah berbahan zaitun atau kedelai. Berbicara soal kedua jenis minyak tersebut memang memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Ilustrasi minyak kedelai Foto: dok.shutterstock

Meskipun begitu, menurut ahli gizi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, menyarankan untuk menggunakan minyak kedelai karena memiliki titik didih yang paling tinggi.

"Soy oil atau minyak kedelai memiliki titik asap tertinggi, yang mana berarti bila digunakan untuk memasak dalam suhu tinggi kandungan gizinya tidak akan mudah rusak," jelasnya saat mengisi acara Sania Royale Soya Oil secara virtual, pada Selasa (6/10).

Meskipun aman digunakan pada suhu tinggi, Seala menegaskan jangan sampai memakainya berulang-ulang; maksimal minyak goreng kedelai dipakai untuk dua kali memasak dan kemudian dibuang.

Gunakan minyak kedelai untuk menggoreng atau menghangatkan kentang Foto: Shutterstock

Dengan catatan, pemakaian kedua kali bukan untuk memasal dalam suhu tinggi seperti membakar atau deep-fry, melainkan cukup untuk menumis. Hal ini karena minyak goreng jenis apa pun bila sudah digunakan, maka kandungan gizinya akan berkurang.

Sementara, Nuri Rialen selaku Head of Marketing Sania Royale mengungkapkan bahwa minyak goreng kedelai memiliki titik didih maksimal hingga 230 derajat celsius, dengan rata-rata penggunaan normal suhu tinggi 170-180 derajat celsius.

Selain untuk menggoreng atau memanggang, minyak kedelai juga bisa sebagai tambahan dressing salad, menumis, maupun tambahan dalam adonan kue.

embed from external kumparan