kumparan
18 Desember 2017 16:48

Berapa Lama Keju Boleh Disimpan di dalam Kulkas?

Masa simpan keju (COV)
Masa simpan keju (Foto: Thinkstock)
Bagi kebanyakan orang, menyimpan makanan sisa di dalam kulkas merupakan cara terjitu untuk membua makanan selalu awet. Tak terkecuali keju yang seringkali disimpan di dalam lemari pendingin untuk mencegah tumbuhnya jamur.
ADVERTISEMENT
Meski bisa diawetkan di dalam kulkas, namun nyatanya ada masa simpan tertentu untuk menjaga kualitas keju. Tak berlaku sama, masa penyimpanan keju pun berbeda tergantung dengan jenis keju tersebut.
Seperti dilansir The Dailymail, keju bertekstur keras seperti parmesan, pecorino and cheddar memiliki masa ketahanan yang lebih lama dibandingkan dengan keju lainnya. Pertumbuhan jamur yang lebih lambat menjadi alasan kenapa keju jenis ini bisa bertahan lama, bahkan hingga enam minggu lamanya di dalam kulkas.
Keju Parmesan
Keju Parmesan (Foto: Thinkstock)
Keju yang telah dibuka dari kemasannya harus segera disimpan di dalam lemari pendingin untuk menghambat pertumbuhan jamur. Tapi, jika kemasan keju belum dibuka, maka ketahanannya bisa mencapai empat hingga enam bulan di dalam kulkas dan akan bertahan selama delapaan bulan jika disimpan di dalam freezer.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk keju yang mempunyai tekstur yang tidak terlalu keras seperti gruyere, gouda, emmental, dan edam, masa ketahanannya hanya sebatas tiga minggu saja di dalam lemari pendingin. Namun, jika keju masih tersegel, maka masa simpannya bisa bertahan lebih lama yaitu mencapai dua bulan dengan disimpan di dalam freezer.
Keju Gouda
Keju Gouda (Foto: Thinkstock)
Dalam masa penyimpanannya di dalam lemari pendingin, pertumbuhan jamur di bagian sisi keju tetap tak bisa dihindari terutama bagi keju yang sudah terpisah dari kemasannya. Tak perlu khawatir, karena kamu hanya perlu memotong bagian sisi keju yang ditumbuhi jamur dengan pisau. Lalu, keju tersebut masih aman untuk dimakan kembali.
Untuk keju bertekstur lebih lunak seperti feta, camembert, brie hanya memiliki masa simpan tak kurang dari dua minggu setelah kemasan dibuka. Hal ini disebabkan karena keju bertekstur lunak lebih cepat ditumbuhi jamur sehingga keju tersebut harus segera dihabiskan dalam waktu cepat.
Keju Brie
Keju Brie (Foto: Thinkstock)
Berbeda dengan keju gruyere, gouda, emmental, and edam, keju bertekstur lunak dilarang dikonsumsi saat jamur sudah terlihat tumbuh di permukaan sisinya. Oleh karena itu, untuk membuat keju tetap awet, maka simpanlah keju jenis ini di dalam freezer meskipun hal ini akan mempengaruhi tekstur dari keju itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan