Berbasis Tumbuhan, Benarkah Aneka Makanan Vegan dan Vegetarian Terjamin Halal?
·waktu baca 3 menit

Seperti yang kamu ketahui, sudah banyak restoran yang menyajikan menu makanan vegan berbasis sayuran atau tumbuhan lain. Alasan utama dari adanya restoran vegan atau vegetarian ini juga untuk menghindari konsumsi daging hewan yang diragukan kehalalannya. Tapi walaupun begitu, apakah menu vegan dan vegetarian sudah pasti halal?
Seperti kita ketahui, restoran yang menyuguhkan makanan vegan atau vegetarian kerap menjadi pilihan warga Muslim saat sedang bingung mencari makanan di wilayah yang mayoritasnya non-Muslim. Ini karena, mereka menganggap restoran tersebut tak menyajikan daging yang kerap diragukan kehalalannya.
Mengutip situs resmi LPPOM MUI, masakan vegan atau vegetarian ini juga masih sering diracik dengan bumbu-bumbu perasa. Seperti kaldu daging, kaldu ayam, gelatin, produk susu, dan sebagainya. Menjadi suatu perhatian bagi kita, karena bahan tersebut juga masih dipertimbangkan titik kritis kehalalannya.
Seperti yang dikatakan oleh Pelayanan Audit Halal LPPOM MUI, Dr. Ir. Muslich, M.Si., bumbu perasa atau flavour saja bisa terbuat dari 70 bahan yang berbeda. Kemudian kaldu untuk memasak sayur, dari mana sajakah kaldu daging itu berasal? Bisa saja dari ayam, sapi, ikan, bahkan babi.
Untuk itu, perlu dipastikan kaldu tersebut dari pilihan daging yang halal. Adapun gelatin yang merupakan senyawa turunan protein, yang didapatkan dengan cara mengekstrak kolagen hewan.
Dr. Mala Nurimala, S.Pi., M.Si., yang merupakan Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikan dan Ilmu Kelautan, IPB University sekaligus peneliti di Halal Science Center IPB pun menambahkan , “Hampir 60 persen penggunaan kolagen dan gelatin di dunia berasal dari babi.”
Selain itu, dalam membuat masakan vegan atau vegetarian biasanya menggunakan minuman keras atau rum. Hal ini juga perlu diperhatikan, karena memang banyak restoran yang sering menggunakan bahan ini untuk mencampurnya sebagai bumbu racik.
Menjadi titik kritis keharaman selanjutnya, adalah produk olahan susu. Keju, misalnya, bisa berasal dari susu sapi, domba, kambing, atau unta. Kemudian dibutuhkan mikroorganisme; seperti enzim rennet, pepsin, renin, renilasi dalam proses penggumpalan susu.
“Enzim rennet yang dipakai bisa berasal dari proses mikrobial atau lambung anak sapi. Jika berasal dari proses mikrobial, maka harus dipastikan media yang dipakai untuk pertumbuhan mikrobanya tidak mengandung bahan yang diharamkan. Sementara jika berasal dari lambung anak sapi, cara penyembelihan menjadi penentu kehalalannya,” jelas Ir. Muti Arintawati, M.Si, Direktur Audit Halal LPPOM MUI.
Maka itu, bagi umat Muslim sebaiknya selalu berhati-hati dan teliti lagi dalam memilih makanan vegan dan vegetarian, atau makanan apa pun. Sebab, belum tentu makanan tersebut sepenuhnya halal untuk dikonsumsi. Namun jika ragu, maka sebaiknya pilihlah produk vegan atau vegetarian yang sudah mendapat sertifikat halal.
Penulis: Ade Naura Intania
